Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk menekan angka pengangguran dari lulusan SMK, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mendorong kerja sama dengan dunia industri.
Kabid Pembinaan SMK Disdikpora DIY, Wiwik Indriyani, saat ini seseorang bisa bekerja dari mana saja dan tidak terikat dengan satu perusahaan. “Kita kadang masih beranggapan kalau anak di rumah berarti tidak bekerja,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
BACA JUGA: Di Kota Jogja Masih Ada 2.323 Pengangguran, Didominasi Lulusan SMK
Menurutnya saat ini sangat banyak lapangan pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan sistem remote atau dikerjakan dari rumah. Kemudian anak yang terjun ke dalam wirausaha namun masih pemula juga sering dianggap pengangguran. “Padahal bukan berarti itu tidak bekerja,” katanya.
Meski demikian, ia tetap mengakui masih adanya lulusan SMK yang benar-benar menganggur sehingga masih menjadi PR bagi dunia pendidikan. “Maka salah satu yang kami kerjakan dengan beekerja sama dengan dunia industri melalui program Kelas Industri untuk bridging. Agar lulusan selain berkompeten secara teknis juga memiliki budaya kerja,” paparnya.
Kelas Industri, menurutnya, menjadi jembatan agar para siswa ketika masih di sekolah sudah mendapatkan pelatihan yang sebelumnya dilakukan di industri setelah mereka bekerja. “Training dua-tiga bulan sebelum kerja ditarik di tingkat sekolah,” kata dia.
Kelas Industri di DIY sudah banyak dilaksanakan di SMK, meski ia mengakui belum semua SMK mendapatkan program ini. Di samping itu, salah satu bidang yang masih kesulitan untuk terbentuknya Kelas Industri yakni ekonomi kreatif.
BACA JUGA: KPK Sita Ratusan Juta, Berikut Daftar Nama Tersangka Kasus Pemerasan Sertifikat K3
“Kami dengan Dinas Pariwisata sedang membahas bagaimana ekonomi kreatif di DIY punya tempat, paling tidak agar bagaimana talenta-talenta di bidang ekonomi kreatif perlu digarap. Harus kita gandengkan dengan industri yang mau membidangi hal ini,” ujarnya.
Kepala SMKN 2 Jogja, Agus Waluyo, menuturkan fenomena pengangguran yang didominasi lulusan SMK terjadi tidak hanya di Jogja, namun secara nasional. Menurutnya, lulusan SMK sebenarnya sudah memiliki kompetensi, namun tidak selalu bekerja sesuai dengan bidangnya.
“Kalau lulusan SMK bisa menerapkan kompetensinya sebenarnya pekerjaan sudah bisa mereka terapkan. Jadi kalau masih banyak pengangguran bisa jadi kondisinya mereka bekerja tidak sesuai atau mungkin ada faktor lain,” ungkapnya.
SMKN 2 Jogja sendiri telah melaksanakan program Kelas Industri untuk mendorong penyerapan tenaga kerja. “Ada sembilan kelas Industri yang sudah kita kerjasamakan, diantaranya dengan Sharp, Hino, Denso, Mitsubishi dan sebagainya,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinsosnakertrans Kota Jogja mencatat saat ini ada 2.323 orang pengangguran di Kota Jogja. Dari jumlah tersebut, lulusan SMK menduduki peringkat tertinggi dengan 765 orang. Kemudian lulusan SMA mencapai 624 orang, disusul Sarjana Strata 1 (S1) 141 orang, Diploma 3 mencapai 66 orang, dan Magister (S2) ada dua orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.
Persis Solo menang 1-0 atas Dewa United di Manahan, jaga peluang bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.