Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Foto ilustrasi musim hujan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan ringan hingga sedang dan angin kencang terjadi dalam tiga hari kedepan. Masyarakat diminta waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono, menjelaskan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi Suhu muka air laut di sekitar perairan Jawa terpantau berkisar antara 24-30 °C.
“Ada pola belokan angin di sebelah Barat Sumatera, sekitar Kalimantan Utara, dan di sekitar Papua. Pola angin timuran masih mendominasi sebagian besar wilayah Jawa-Bali, termasuk wilayah DIY. MJO terpantau di Fase 4, berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode tiga hari ini meliputi Kamis (28/8/2025), Potensi hujan ringan-sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman bagian utara dan tengah, Kulonprogo bagian utara-selatan, Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian utara.
BACA JUGA: MK Putuskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan
Kemudian pada Jumat (29/8/2025) potensi hujan ringan-sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman bagian utara-tengah, Kulonprogo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara. Pada Sabtu (30/8/2025) potensi hujan ringan di Sleman, Kulonprogo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.
Beberapa waktu lalu juga sempat teramati bibit Siklon Tropis 93W dan Siklon Kajiki, namun tidak berdampak signifikan pada cuaca di DIY. Bibit siklon Tropis 93W berada di Laut Filipina Barat, dan masih berada di dalam Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam kedepan Bibit Siklon Tropis 93W cenderung persisten dengan kecepatan angin maksimum masih 25 knot di sebelah Barat Daya sistem dan sistem bergerak ke arah Barat-Barat Laut.
Namun dalam 48-72 jam kedepan intensitas Bibit Siklon Tropis 93W diperkirakan cenderung menurun dan punah seiring pergerakannya memasuki daratan Vietnam.
Bibit Siklon Tropis 93W memberikan dampak tidak langsung terhadap perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam kedepan berupa gelombang tinggi di Laut Natuna Utara, Perairan kepulauan Sangihe-kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku. “Kalau Kajiki sudah tidak ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.