Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari berhenti melaut sejak dua hari lalu. Aktivitas penangkapan dihentikan sementara karena cuaca buruk dan adanya gelombang tinggi di laut.
Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Sumardi mengatakan, dalam dua hari terakhir terjadi cuaca buruk. Hal ini ditandai adanya hujan dan angin kencang di musim kemarau.
Kondisi itu membuat nelayan menghentikan sementara aktivitas mencari ikan di laut. “Nelayan tidak melaut karena demi alasan keselamatan,” kata Mardi saat dihubungi, Kamis (28/8/2025).
BACA JUGA: Korupsi Kuota Haji, KPK Panggil Lima Saksi Tambahan
Menurut dia, kondisi di laut juga sedang terjadi gelombang tinggi. Tidak adanya aktivitqas menangkap ikan digunakan para nelayan untuk memerbaiki kapal maupun alat penangkapan.
“Tujuannya saat kondisi laut kembali normal bisa digunakan menangkap dengan baik,” katanya.
Selain memerbaiki sarana penangkapan, ada juga para nelayan yang beraktivitas di ladang atau mengurusi ternak peliharaannya. “Memang tidak melaut, tapi tetap ada aktivitas mengurusi ternak atau bercocok tanam,” katanya.
Mardi berharap cuaca buruk yang melanda di Pantai Selatan bisa segera berakhir sehingga para nelayan kembali dapat beraktivitas di laut. “Mudah-mudahan segera membaik dan kami bisa kembali menangkap ikan di laut,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono saat dikonfirmasi membenarkan kondisi saat ini sedang terjadi gelombang tinggi. Berdasarkan prakiraan dari BMKG ketinggian gelombang mencapai empat meter sehingga sangat berbahaya untuk tetap beraktivitas di laut.
“Sudah dua hari terjadi gelombang tinggi dan diprediksi akan berakhir besok [Jumat 29/8/2025],” katanya.
Menurut dia, dampak dari adanya gelombang tinggi, maka para nelayan memilih untuk tidak melaut sementara waktu. “Nelayan menunggu kondisi benar-benar aman untuk melanjutkan aktivitas mencari ikan di laut. Kalau sekarang, kondisinya sedang tidak baik dan berbahaya,” katanya.
BACA JUGA: Jogja Berpotensi Hujan dan Angin Kencang, Ini Sebabnya
Marjono menambahkan, akan terus memperbaharui informasi berkaitan dengan ketinggian gelombang. Diharapkan para nelayan terus waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di laut.
“Jangan memaksakan diri kalau kondis sedang terjadi cuaca buruk atau gelombang tinggi. Beraktivita boleh, tapi keselamatan tetap yang utama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.