Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Sejumlah nelayan mengevakuasi perahu nelayan yang terbalik di dermaga Pantai Sadeng, Kamis (14/3)./Istimewa-Dokumen SAR Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jasad seorang laki-laki ditemukan di kawasan Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Rabu (3/9/2025) pagi. Hasil identifikasi dari tim Polres Gunungkidul diketahui korban bernama Nur Juwadi, nelayan asal Trenggalek, Jawa Timur yang dinyatakan hilang sejak 27 Agustus 2025.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, temuan mayat di barat Pantai Baron pertama kali dilaporkan oleh nelayan yang sedang menangkap ikan. Laporan ditindaklanjuti dengan menerjunkan empat personel untuk proses evakuasi.
BACA JUGA: Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Tak Berani Melaut
“Jasad merupakan sosok laki-laki. Ditemukan dua mill dari Pantai Baron,” kata Suris kepada wartawan, Rabu siang.
Usai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dilihat dari kondisinya, jasad masih utuh, tapi kondisi wajah sudah mulai rusak.
“Korban diketahui memakai kaos warna hijau dengan celana panjang. Untuk pemeriksaan, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Gunungkidul,” ungkapnya.
Terpisah, Kasatpol Air Polres Gunungkidul, AKP Wawan Anggoro membenarkan adanya penemuan mayat di kawasan Pantai Baron. Upaya indentifikasi juga sudah dilakukan untuk mencari identitas dari korban yang ditemukan.
Menurut dia, proses identifikasi yang melibatkan tim inafis sudah selesai dilakukan. Hasil pemeriksaan diketahui bernama Nur Juwadi,47, asal Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur.
“Temuan ini berjarak puluhan kilometer dari lokasi pertama korban hilang,” kata Wawan.
Berdasarkan koordinasi yang dilakukan, diketahui korban dinyatakan hilang sejak 27 Agustus 2025. Saat itu, kata Wawan, Juwadi pamit untuk mengecek perangkap udang yang dipasang di tengah laut.
Hanya saja, korban tidak pernah kembali karena hanya ditemukan perahu yang dipergunakan untuk melaut. Proses idenfitikasi diketahui karena yang bersangkutan menggunakan kaos bertuliskan paguyuban nelayan Munjungan.
Di sisi lain, dari identifikasi gigi pasangan korban juga memperkuat dugaan bahwa jasad yang ditemukan merupakan nelayan Trenggalek yang hilang beberapa waktu lalu. Pihak keluarga juga sudah memastikan bahwa jasad merupakan Juwadi yang hilang saat melaut.
“Sidik jari tidak dilakukan karena kondisinya sudah mulai rusak. Tapi, kami bersyukur identitas korban dapat diketahui,” ungkap mantan Kapolsek Tanjungsari ini.
Menurut dia, proses pemulangan jenazah sudah dilakukan dengan tujuan Trenggalek, Jawa Timur. “Begitu identitas diketahui langsung dipulangkan ke rumah duka di Trenggalek,” kata Wawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Bahlil Lahadalia mengkaji penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026 menyusul lonjakan konsumsi akibat peralihan dari BBM nonsubsidi.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
DPRD Kulonprogo mendorong penguatan pertanian, UMKM, dan usaha lokal agar infrastruktur strategis di Temon berdampak pada ekonomi warga.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar