Polresta Sleman Jelaskan Duduk Perkara Viral Shinta Komala
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemain muda PSS Sleman, Dominikus Dion menjalani perawatan fisioterapi untuk memulihkan cederanya. Talenta muda tersebut bertekad secepat mungkin mengembalikan kondisinya agar bisa merumput bersama Super Elja.
Perkembangan kondisi Dion ini disampaikan langsung oleh Manajer Teknis PSS Sleman, Pieter Huistra.
"Dion berkembang, dia mencoba setiap kali ketika menjalani fisioterapi, mencoba untuk mengembalikan kondisinya secepat mungkin," kata Huistra dikutip, Rabu (3/9/2025).
Saat ditanya apakah Dion bisa dimainkan di laga pertama PSS Sleman di Championship musim 2025/2026, Huistra menilai jika Dion masih membutuhkan waktu.
BACA JUGA: Utang Warga Indonesia di Paylater Mencapai Rp24 Triliun
"Dia masih membutuhkan waktu lebih, jadi lihat nanti," ungkapnya.
Terlebih, PSS Sleman kata Huistra tidak mau gegabah dan mengambil risiko untuk terburu-buru memainkan Dion. Dengan cedera yang dialami Dion, tik lanjut Huistra harus mengambil langkah hati-hati agar sang pemain dapat pulih secara penuh.
"Kami tidak mau mengambil risiko apa pun. Dengan cedera seperti itu, kami harus selalu hati-hati, itu cedera otot," ujarnya.
Kendati demikian Huistra menegaskan jika Dion terus berkembang saat ini. "Tapi dia berkembang, dia pemain muda dan dia berkembang," tegasnya.
Sebelumnya Dokter Tim PSS, Riko Arundito menjelaskan secara detail cedera yang menimpa Dominikus Dion. Hasil USG yang diterima Tim Medis PSS Sleman menunjukkan jika ototnya mengalami robekan yang tepat dengan robekan otot lain yang mulai sembuh.
"Kemudian kami crosscheck dengan yang bersangkutan ternyata sudah dirasakan pada bulan Juni. Sementara untuk robekannya masih grade dua, jadi selama tiga pekan ini kami pantau agar bisa menyambung secara presisi," terang Riko, Senin (25/8/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.