Api Mirip Bara Muncul di Bekas Tumpukan Sampah Dlingo, BPBD Turun Tangan
Api dan asap muncul dari bekas tumpukan sampah di Dlingo, Bantul, selama sekitar sepekan. BPBD menyelidiki pemicu dan memantau lokasi.
Pengunjung di Pantai Kuwaru Bantul. - ist/Pemda DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menerapkan inovasi layanan tiket online untuk masuk ke objek wisata melalui Beti Sakebon atau Beli Tiket Wisata ke Bantul Online.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penataan kawasan pantai selatan (Pansela) yang saat ini tengah dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menjelaskan selama ini, sistem tiket masuk ke objek wisata masih dilakukan secara manual meski pembayaran sudah nontunai. Dengan inovasi baru ini, wisatawan bisa membeli tiket dari mana saja, bahkan sebelum berkunjung.
“Wisatawan bisa membeli tiket secara online maksimal tujuh hari sebelum kunjungan. Setelah transaksi, mereka akan mendapatkan e-tiket dengan barcode yang bisa langsung discan di TPR,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
BACA JUGA: Produksi Padi Meningkat, Bantul Optimistis Swasembada Beras
Ia menyebut inovasi Beti Sakebon (Beli Tiket Wisata ke Bantul Online) ini bisa diakses melalui laman tiketwisata.bantulkab.go.id atau dengan mengetik kata kunci “tiket wisata Bantul online” di Google.
“Caranya sederhana, tinggal pilih tanggal kunjungan dan lokasi wisata, lakukan pembayaran, lalu dapat e-tiket. Saat masuk, cukup tunjukkan barcode kepada petugas TPR tanpa ada transaksi manual lagi,” jelasnya.
Selain memberi kemudahan bagi wisatawan, sistem ini juga meningkatkan efektivitas pemungutan retribusi. “Kami bisa memonitor kunjungan dan retribusi secara real time. Dengan sistem cashless ini, potensi kebocoran pemungutan juga bisa ditekan,” terangnya.
Tiket online berlaku untuk seluruh pantai di Bantul, mulai dari Parangtritis hingga Pandansimo, dalam kurun waktu satu hari kunjungan. Jika ada pembatalan, wisatawan juga bisa mengajukan pengembalian.
Selain menghadirkan inovasi digital, Pemkab Bantul juga terus menata akses dan titik retribusi di kawasan Pansela.
Saat ini pembangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) utama masih berlangsung. Sambil menunggu selesai, Pemkab menyiapkan TPR darurat di beberapa titik, termasuk di selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
“Kalau pembangunan TPR belum selesai, kita tetap fungsikan TPR darurat dengan tenda. Intinya pelayanan tetap berjalan,” ungkap Saryadi.
Ia memastikan penataan pansela akan terus berlanjut sesuai perencanaan, termasuk pembangunan tujuh titik TPR yang saat ini dalam proses lelang di Dinas PU.
“Kami pastikan setiap langkah penataan diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus optimalisasi retribusi daerah,” tegasnya.
Pemkab Bantul juga tengah menyiapkan master plan yang menjadi acuan utama sebelum ada pembangunan fisik di sepanjang garis pantai selatan.
Saryadi, menyebut master plan tersebut disusun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Rencana induk itu akan meliputi seluruh kawasan Pansela, dari barat hingga timur.
“Ke depan pembangunan harus sesuai dengan master plan,” ujarnya.
Menurutnya, dokumen perencanaan ini tidak hanya berisi arahan pembangunan, tetapi juga peruntukan kawasan serta rancangan tata ruang. Ia menegaskan, sebelum masuk ke pembangunan, status tanah di pansela harus dipastikan terlebih dahulu.
“Status tanahnya harus jelas dulu. Bukan hanya di tanah SG, di tanah kas desa atau tanah pribadi pun pembangunan butuh izin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Api dan asap muncul dari bekas tumpukan sampah di Dlingo, Bantul, selama sekitar sepekan. BPBD menyelidiki pemicu dan memantau lokasi.
Bulog Semarang menambah kapasitas gudang sewa sekitar 20.000 ton untuk mengantisipasi lonjakan stok beras menjelang panen raya 2027.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.
Kemenhub memeriksa kelaikan 2.140 kapal untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna memastikan keselamatan pelayaran.