PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Suasana unjuk rasa Komunitas UMKM DIY di Halaman Gedung DPRD DIY, pada Jumat (26/9/2025) siang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan pelaku UMKM yang tergabung dalam Komunitas UMKM DIY menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DIY, Jumat (26/9/2025) siang. Mereka menuntut keringanan kredit bagi pelaku usaha kecil yang terjerat pinjaman bank akibat terpukul pandemi Covid-19.
Aksi berlangsung dengan orasi di halaman gedung dewan, sebelum perwakilan peserta diterima berdialog langsung dengan Ketua DPRD DIY, Nuryadi. Dalam pertemuan itu, perwakilan UMKM menegaskan bahwa mereka kini menghadapi tekanan berat karena kredit macet berujung pada ancaman penyitaan dan lelang aset oleh perbankan.
BACA JUGA: Gebyar UMKM Kulonprogo 2025 Hadirkan 120 Pelaku Usaha
Ketua Bidang Advokasi dan Pendampingan Komunitas UMKM DIY, Waljito, mengatakan pandemi Covid-19 telah memukul habis sektor usaha kecil. “Kami datang ke sini karena ingin mengeluh. Usaha kami yang mengandalkan penjualan jasa, makanan, dan produk langsung terhantam kebijakan lockdown, sehingga banyak yang tak mampu lagi membayar cicilan,” katanya, Jumat (26/9/2025).
Ia menilai kebijakan restrukturisasi kredit yang sempat diberikan pemerintah hanya menunda beban tanpa benar-benar meringankan. Waljito menyinggung Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) yang seharusnya memberi perlindungan bagi UMKM, namun dalam praktiknya tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
“Faktanya, sekarang justru gencar dilakukan penyitaan dan lelang. Bahkan ada kasus di Gunungkidul, utang Rp150 juta bisa bengkak menjadi Rp1,3 miliar, lalu aset dilelang dengan harga jauh di bawah nilai pasarnya. Kalau ini terus terjadi, UMKM mustahil bisa bangkit,” tegasnya.
Komunitas UMKM DIY meminta DPRD DIY memberi rekomendasi kepada Gubernur DIY agar mencari solusi atas kredit macet UMKM terdampak Covid-19. Waljito bahkan mengusulkan opsi penghapusan tagihan, serupa dengan kebijakan bagi korban gempa 2006, khusus bagi pelaku usaha skala mikro dengan pinjaman di bawah Rp500 juta.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi ke Komisi VII DPR RI dan Kementerian UMKM, tapi perlu dukungan dari daerah agar ada sinkronisasi kebijakan. Harapannya DPRD bisa menjadi jembatan agar UMKM segera mendapat jalan keluar,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyatakan siap memfasilitasi aspirasi pelaku usaha kecil ini. Ia mengakui banyak UMKM kini dalam kondisi terjepit akibat utang yang tak bisa dilunasi sejak pandemi.
“Kami akan melakukan pendekatan ke pihak bank agar penagihan ditunda, kemudian mendorong penyelesaian di tingkat pusat. Kami juga siap menghantar teman-teman UMKM bertemu dengan gubernur,” ucap Nuryadi.
Menurutnya, langkah DPRD terbatas pada fungsi kelembagaan, namun pihaknya berkomitmen mendampingi UMKM agar tidak semakin terpuruk. “Mudah-mudahan ada payung hukum yang bisa menyelesaikan persoalan ini, sehingga UMKM bisa bangkit lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Doomscrolling adalah kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan di media sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, insomnia hingga gangguan kesehatan j
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k
Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan