Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman terus digalakkan lewat kolaborasi lintas sektoral. Sebanyak 2.700 keluarga berisiko stunting (KRS) menjadi target sasaran program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di tahun ini.
Teranyar, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Kabupaten Sleman menggelar kick off Program GENTING di Kapanewon Pakem pada Kamis (9/10/2025). Dinas P3AP2KB menggandeng BSI Maslahat, yang berkontribusi dalam pemberian bantuan nutrisi kepada KRS.
Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Wahyuniati, berpendapat bahwa Program GENTING hadir sebagai gagasan strategis guna menekan angka stunting di Indonesia. Seluruh pihak, kata Wahyuniati, harus memiliki pemahaman yang baik dan mampu menerapkan program ini secara konsisten di lapangan. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting yang digalakkan dapat berjalan optimal.
“Pangkal paling ujung dari pencegahan stunting adalah keluarga, oleh karena itu edukasi kepada keluarga menjadi penting,” tutur Wahyuniati di Kalurahan Harjobinangun.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor krusial dalam pencegahan stunting. Sinergi dan kerja sama seluruh elemen diharapkan bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mempercepat pencapaian penurunan angka stunting di Indonesia.
“Pemahaman yang baik akan pola asuh, gizi, dan lingkungan yang sehat menjadi pondasi utama untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menjelaskan bahwa target Program GENTING di Kabupaten Sleman tahun 2025 mencakup 2.700 sasaran KRS. Sementara hingga 7 Oktober 2025, Program GENTING telah mencapai 51,6% sasaran dengan total bantuan Rp137 juta dari 53 mitra yang sudah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Danang mengatakan, sinergi aktif lintas sektor yang terjalin diharapkan dapat mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam mengatasi stunting di Sleman.
“Harapannya angka stunting di Sleman terus menurun dan terwujud generasi Sleman yang sehat, kuat, dan cerdas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.