PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Festival melukis layangan/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman selesai menyelenggarakan acara Sleman Kite Festival di Lapangan Tiban, Sendangmulyo, Minggir, Sleman pada Sabtu (4/10/2025) – Minggu (5/10/2025). Selama dua hari penyelenggaraan, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp350 juta.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengatakan perhitungan kasar perputaran uang tersebut bukan hanya mengacu pada transaksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan pembeli, tapi juga jasa vendor.
“Kami sebetulnya tidak fokus ke perputaran uang selama acara, tapi perhitungan kasar kami bisa Rp350 juta,” kata Irawati dihubungi, Jumat (10/10/2025).
Menurut dia perputaran uang terjadi di semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Dari sekitar 60 pelaku UMKM saja, omzet selama dua hari bisa Rp200 juta. Dari acara itu sendiri, anggaran dibelanjakan hingga Rp150 juta yang mendorong perputaran ekonomi ke setiap vendor yang ada.
Penginapan sekitar Sleman bagian barat pun ikut digunakan peserta dan pengunjung dari luar daerah; belum lagi peserta Sleman Kite Festival kemudian berwisata ke sekitar lokasi, termasuk Kota Jogja.
Ketua Panitia Sleman Kite Festival 2025, Sony Nuryanto, mengatakan peserta Sleman Kite Festival 2025 berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Dari dalam negeri, peserta berasal dari Bali, Kalimantan Selatan, Jakarta, dan hampir semua kota-kota di Pulau Jawa. Dari luar negeri antara lain ada Jepang, Singapura, Malaysia, Swedia, dan Hongkong.
“Negara-negara Asia, kalau eksibisi suka layang-layang tanpa rangka. Keseluruhannya kain saja. Angin saja yang mengisi. Kalau Swedia begitu suka layang-layang kecil dan bermacam-macam bentuknya,” kata Sony.
Adapun biaya pembuatan layang-layang ukuran 30 meter rata-rata mencapai Rp18 juta. Paling mahal layang-layang ukuran 40 meter dengan biaya pembuatan Rp40 juta.
“Pengembangan dunia kreatif layang-layang semakin berkembang ketika Pandemi Covid-19. Pada main layang-layang dan kemudian ada event di JJLS [Jalur Jalan Lintas Selatan] menerbangkan layang-layang malam hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.