BPBD Kota Jogja Siapkan Notifikasi Banjir Langsung ke Ponsel Warga
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengklaim volume sampah organik, khususnya sisa makanan, berhasil berkurang hingga 15 ton per hari berkat penerapan program emberisasi dalam gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan program emberisasi—yakni pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan ember di tiap kelurahan—terbukti efektif menekan jumlah sampah yang masuk ke depo dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Program emberisasi ini sangat berpengaruh. Sekarang sampah makanan basah yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir 15 ton per hari atau sekitar 600 ember besar. Sebelumnya, sampah itu masuk ke depo dan menimbulkan bau serta lindi. Sekarang depo jadi lebih bersih, kering, dan tidak berbau,” ujarnya di Kelurahan Bumijo, Senin (13/10/2025).
Menurut Hasto, saat ini pengolahan sampah dengan metode emberisasi telah dilakukan di berbagai wilayah dengan memanfaatkan sekitar 500 ember aktif. Jumlah tersebut baru mencapai separuh dari target Pemkot yang ingin mengoperasikan 1.000 ember pengolahan.
“Target kami bukan akhir tahun, tapi akhir bulan ini harus selesai. Ember yang sudah dibagikan sebanyak 6.000 unit, tinggal memastikan semua benar-benar dimanfaatkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Jogja telah menyalurkan 6.000 ember pengolahan kepada masyarakat di seluruh kelurahan. Namun, hingga kini baru sebagian ember yang digunakan secara optimal, sementara sisanya masih dalam proses distribusi ke rumah tangga penerima.
Dengan capaian ini, Hasto optimistis pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Jogja.
“Kalau masyarakat konsisten, maka volume sampah ke depo bisa berkurang signifikan. Ini langkah nyata menuju Jogja yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.
Madura United bertekad mengakhiri rekor buruk melawan PSIM saat bertemu pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Polda DIY belum memutuskan laga derbi PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta digelar dengan penonton. Evaluasi keamanan dilakukan hingga hari H.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan keterlibatan koruptor, mafia, dan pelaku underinvoicing dalam kerusuhan Agustus.