Pemulihan SDN Kokap Pascalongsor Hampir Rampung, Siswa Ditargetkan Belajar Aman
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Deretan penampilan Tari Wanara Sugriwa Subali yang memecahkan rekor Muri lantaran diikuti 7.400 peserta. - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dalam rangka Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulonprogo, ribuan penari tampil di Alun-alun Wates, Rabu (15/10/2025) sore. Sebanyak 7.400 penari menampilkan Tari Wanara Sugriwa Subali, tarian khas Kulonprogo. Jumlah penari yang mencapai 7.400 orang ini berhasil memecahkan rekor penari terbanyak versi Museum Rekor Indonesia (MURI).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, mengatakan ribuan penari tersebut berasal dari kalangan pelajar tingkat SMP hingga SMA sederajat, serta para pegawai di lingkungan Pemkab Kulonprogo. Persiapan pemecahan rekor MURI ini telah dilakukan sejak satu bulan terakhir.
“Tari Wanara Sugriwa Subali dipilih karena merupakan ikon budaya Kulonprogo yang terinspirasi dari legenda Goa Kiskendo,” katanya, Rabu (15/10/2025).
Penampilan kolosal ini berlangsung selama sekitar 10–15 menit. Sutarman menambahkan, kegiatan tersebut juga terselenggara berkat dukungan Dana Keistimewaan (Danais) DIY 2025.
“Sebagai budaya khas Kulonprogo, Tari Wanara Sugriwa Subali menjadi keunggulan tersendiri. Ke depannya, tarian ini akan menjadi suguhan bagi tamu-tamu dari daerah lain,” ujarnya.
Pemecahan rekor ini menarik perhatian ribuan warga yang memadati Alun-alun Wates. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi; banyak penonton yang mengabadikan momen bersejarah tersebut dengan ponsel mereka.
“Para siswa berada di barisan depan, sementara pegawai dan guru menempati barisan belakang,” jelas Sutarman.
Sementara itu, Perwakilan MURI, Sri Widayati, menyampaikan bahwa penampilan Tari Wanara Sugriwa Subali ini tidak hanya memecahkan rekor nasional, tetapi juga mencetak rekor dunia.
“Ini menjadi kali pertama di dunia Tari Wanara Sugriwa Subali ditampilkan oleh 7.400 penari sekaligus. Pencapaian ini menambah daftar rekor yang telah diraih Kulonprogo,” ujar Sri.
Ia menambahkan, sebelumnya MURI juga telah mencatat sejumlah rekor dari Kulonprogo, seperti pembuatan gula kelapa terbesar, tari angguk dengan penari terbanyak, serta rangkaian geblek renteng terpanjang.
“Kami kembali hadir untuk memberikan penghargaan MURI kepada Kabupaten Kulonprogo atas prestasi luar biasa ini,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.