Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, menggelar sosialisasi program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) di enam kampung untuk memperkuat gerakan pengolahan sampah berbasis rumah tangga.
Lurah Suryatmajan, Muhammad Hilkham, menilai partisipasi masyarakat sangat penting dalam pengolahan sampah mandiri. Menurutnya, keberhasilan program Mas Jos bergantung pada pemilahan dan pengolahan sampah yang dilakukan sejak dari rumah tangga.
“Kami berkomitmen penuh memastikan program Mas Jos berjalan hingga ke tingkat rumah tangga,” katanya, Kamis (16/10/2025).
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak kelurahan melakukan sosialisasi di enam kampung, yakni Cokrodirjan, Gemblakan Atas, Suryatmajan, Ledok Macanan, Gemblakan Bawah, dan Sosrokusuman. Setiap kampung mendapatkan pendampingan langsung terkait pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Muhammad menuturkan, sosialisasi diberikan agar warga memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik juga dibedakan menjadi organik basah dan kering. Selain penyuluhan, warga juga diajak berdiskusi untuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama ini dalam mengelola sampah.
“Untuk sampah organik, kami dorong agar diolah secara mandiri di rumah menggunakan ember dan galon bekas air mineral yang kami bagikan. Sedangkan untuk sampah anorganik, kami arahkan agar disalurkan melalui bank sampah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian warga Suryatmajan sebenarnya telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri. Namun dengan adanya program Mas Jos, diharapkan kapasitas dan konsistensi pengolahan tersebut dapat meningkat.+
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.