Advertisement
Kasus Keracunan MBG SMAN 1 Jogja, Operasional SPPG Disetop
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan terkait dengan kasus keracunan MBG di SMAN 1 Kota Jogja pada Kamis (16/102/2025). Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan siswa di Kota Jogja diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Mulai besok Jumat (17/10/2025), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wirobrajan sebagai penyedia MBG tersebut akan dihentikan sementara operasionalnya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa SPPG Wirobrajan sebelumnya menyediakan 922 porsi MBG pada Rabu (14/10/2025). Makanan tersebut dikonsumsi siswa sekitar pukul 11.20 WIB, dan beberapa jam kemudian 491 siswa dilaporkan mengalami sakit perut dan diare.
Advertisement
“Gejala muncul sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (15/10/2025), atau sekitar 12–13 jam setelah makan,” kata Hasto saat meninjau SMAN 1 Kota Jogja, Kamis (16/10/2025).
Dari jumlah tersebut, 32 siswa SMAN 1 Kota Jogja mengalami gejala lebih berat hingga tidak masuk sekolah.
BACA JUGA
“Kalau penyebabnya dari makanan dan sifatnya toxic non-bacterial, biasanya gejalanya muncul cepat, beberapa menit atau jam setelah makan. Tapi kalau jedanya 12–13 jam, kemungkinan besar bacterial,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Jogja telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi DIY serta menutup sementara SPPG Wirobrajan.
“Sisa sampel makanan sudah dikirim untuk dikultur terhadap bakteri. Hasilnya diperkirakan keluar sekitar dua minggu,” ujar Hasto.
Ia juga telah meninjau langsung lokasi SPPG tersebut. Berdasarkan pengamatannya, prosedur penyediaan dan pemasakan makanan sudah sesuai standar, karena sebelumnya juga telah dilakukan asesmen sebelum beroperasi.
“Sarana tampak sesuai standar, namun memang ada beberapa menu baru belakangan, salah satunya ayam,” ungkapnya.
Hasto menegaskan, operasional SPPG Wirobrajan dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Itu bagian dari protap. Setelah hasil evaluasi keluar, baru dilakukan asesmen ulang,” katanya.
Wali Kota juga memastikan bahwa biaya pengobatan seluruh siswa yang terdampak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Dalam peninjauannya, Hasto menyebut SPPG Wirobrajan rutin menyediakan MBG untuk 3.444 siswa dari sembilan sekolah. Namun, siswa yang dilaporkan mengalami gejala sakit perut hanya berasal dari SMAN 1 Kota Jogja dan SMA Muhammadiyah 7 Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Teror Air Keras: RSCM Ungkap Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
Advertisement
Advertisement





