UMKM Sleman Serap 366 Ribu Pekerja, Depok Jadi Penyumbang Terbesar
UMKM di Sleman menyerap 366.378 tenaga kerja hingga Mei 2026. Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan jumlah pekerja dan unit usaha terbanyak, didukung aktivitas
Foto ilustrasi. /Harian Jogja.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat realisasi program penguatan modal untuk kelompok ternak tersalurkan sekitar Rp2,5 miliar (m) dari target Rp4,5 miliar. Modal tersebut tersalur untuk 15 kelompok.
Staf Bina Usaha Bidang Peternakan DP3 Sleman, Marsudi, mengatakan ada 15 kelompok yang sebenarnya mengajukan permohonan pencairan penguatan modal. Hanya, satu kelompok mengundurkan diri.
“Kelompok tidak yakin bisa mengelola dan mengangsur pinjaman modal itu, akhirnya ya membatalkan,” kata Marsudi ditemui di kantornya, Kamis (16/10/2025).
Dengan begitu, ada dua kelompok peternak unggas yang mendapat pinjaman modal dengan besaran Rp90 juta dan Rp100 juta. Kemudian 13 kelompok merupakan peternak sapi dan/ atau kambing dengan total pinjaman tersalur Rp2,3 miliar.
Menurutnya, program penguatan modal sangat membantu kelompok ternak. Memang belum ada survei atau kajian khusus dampak program tersebut, tetapi lewat pantauan lapangan secara langsung sejumlah kelompok terus meningkatkan populasi.
Program yang telah berjalan sejak 2010 ini menyimpan sejumlah persoalan terkait pelunasan pinjaman. Marsudi mencatat sisa pokok pinjaman hingga Desember 2024 mencapai Rp10,8 miliar.
“Kami kerja sama dengan petugas penyuluh lapangan juga untuk menagih pinjaman. Kami sempat mengundang juga debitur dan membuat perjanjian pelunasan. Mereka sanggup melunasi akhir 2025, rata-rata bilang begitu,” katanya.
Program penguatan modal diklaim lebih ramah dan aksesible bagi para kelompok ternak. Kontribusi pijaman/ bunga per tahun hanya 3%. Marsudi menghitung kontribusi dari sisa pokok pinjaman bisa mencapai Rp651,7 juta.
Pada 2024, ada sebanyak 31 kelompok peternakan mendapat bantuan penguatan modal. Pemberian modal ini dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama ada 14 kelompok dengan total bantuan Rp2,56 miliar. Tahap kedua ada sembilan kelompok dengan total bantuan Rp1,786 miliar.
Tahap ketiga ada lima kelompok dengan Rp880 juta. Tahap keempat ada tiga kelompok dengan Rp490 juta. Alhasil, total bantuan permodalan yang Pemkab Sleman berikan mencapai Rp5,698 miliar dari target awal 25 kelompok dengan besaran modal Rp4,5 miliar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman, Suryawati Purwaningtyas, mengatakan ada 916 kelompok ternak di Sleman per Desember 2024. Paling banyak memang peternak sapi potong dengan jumlah 574 kelompok, lalu disusul 140 kelompok, kemudian kambing 101 kelompok. Sisanya ada kelompok ternak kelinci, ayam buras, titik, babi, puyuh, dan ayam ras.
“Kami juga memberi pelatihan untuk kelompok ternak, peningkatan keterampilan lah. Kalau indikator ketercapaian program terhadap per kelompok belum ada,” kata Suryawati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM di Sleman menyerap 366.378 tenaga kerja hingga Mei 2026. Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan jumlah pekerja dan unit usaha terbanyak, didukung aktivitas
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.