Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Petugas menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gunungkidul terus berupaya mengoptimalkan capaian aktivitas Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang masih tergolong rendah. Salah satunya dilaksanakan dengan melakukan sistem jemput bola ke kalurahan-kalurahan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Disdukcapil Gunungkidul, Anton Wibowo mengatakan, Selasa (21/10/2025) menggelar kegiatan aktivasi IKD di Balai Kalurahan Karangsari, Semin. Sistem jemput pola pelayanan dilakukan untuk mengoptimalkan capaian IKD di Gunungkidul yang masih tergolong rendah.
“Kita terus berupaya agar capaian aktivasi IKD dapat dioptimalkan,” kata Anton.
Menurut dia, pelaksanaan sistem jemput bola tidak hanya dilakukan di Kalurahan Karangsari. Pasalnya, kalurahan yang sudah bekerjasama dengan Disdukcapil Gunungkidul bisa melaksanakannya, tapi prosesnya juga bergantung dengan pemerintah kalurahan setempat.
“Ini jadi bagian dari upaya tertib administrasi kependudukan. Jadi, kalau kalurahan ingin digelar kegiatan admiduk di wilayahnya bisa berkoordinasi lebih lanjut untuk pelaksanaannya,” kata Anton.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja mengatakan, aktivasi IKD merupakan program dari Pemerintah Pusat. Diharapkan program ini bisa menyasar ke 15% warga pemegang KTP-el.
Kendati demikian, ia mengakui, capaian di Kabupaten Gunungkidul masih jauh dari target nasional. Pasalnya, hingga pertengahan Oktober ini, aktivasi baru sekitar 4,74% sehingga masih butuh sosialisasi yang massif agar program terlaksana dengan baik.
“4,31% setara dengan 29.254 warga yang melakukan aktivasi IKD. Memang belum bisa mencapai target nasional, tapi akan berusaha agar sesuai dengan yang diharapkan,” kata Markus.
Ia menganalisa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab warga masih enggan memiliki IKD. Selain belum tahu manfaat dari KTP digital ini, juga ada kendala warga yang belum memiliki gawai untuk akses.
Di sisi lain, sulitnya jaringan internet juga menjadi kendala warga urung mengaktifkan IKD. “Kami terus berusaha mencari solusi agar aktivasi IKD bisa lebih dioptimalkan,” katanya.
Upaya percepatan aktivasi juga terus dilakukan. Salah satunya dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah kalurahan, sekolah, dan instansi pelayanan publik.
“IKD merupakan data kependudukan secara resmi yang berbentuk digital. Program ini diluncurkan pemerintah sebagai upaya mempermudah akses layanan publik dan meningkatkan keamanan data pribadi warga,” katanya.
Menurut dia, dengan aktivasi IKD masyarakat tidak perlu lagi khawatir kehilangan dokumen fisik karena semua data dapat diakses langsung melalui aplikasi. “Meski bentuk digital, tapi fungsinya tetap sama dengan KTP-el,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny