Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul masih menemukan sebanyak 4.917 balita mengalami stunting di semester pertama 2025. Upaya penanganan dan pencegahan terus dilakukan agar angka kasus bisa ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, salah satu indikator terjadinya stunting bisa dilihat dari tinggi badan anak yang terhambat. Berdasarkan pengukuran tinggi badan yang dilakukan di 30 puskesmas, ada sebanyak 30.311 balita yang diukur.
Adapun hasilnya, ada 4.917 balita yang mengalami stunting. Terdapat tiga wilayah yang dengan prevelensi kasus tertinggi, yakni di Puskesmas II Playen, Patuk I dan Karangmojo II. “Kapanewon Purwosari menjadi wilayah dengan angka stunting terendah sebesar 7,91%,” kata Ismono kepada wartawan, Minggu (26/10/2025).
Berdasarkan kajian yang dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya stunting. Di wilayah dengan angka stunting tinggi, pada umumnya memiliki tantangan mengenai ketersediaan air bersih, pola konsumsi keluarga.
Selain itu, faktor penyebab balita stunting ada banyak hal, terutama kondisi dari sejak remaja yang kurang darah (anemia) atau remaja kekurangan energi kroinis (KEK). Kondisi memberikan dampak yang panjang karena saat menikah dan menjadi ibu hamil bisa menyebakan bayi yang lahir stunting.
Di sisi lain, juga dipengaruhi faktor ekonomi keluarga yang kurang sehingga daya beli terbatas membuat pemenuhan makanan bergizi juga ikut berkurang. “Kondisi sanitasi rumah yang kurang memadai juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting,” ungkapnya
Pencegahan tidak hanya dilakukan dengan penimbangan berat maupun pengukuran tinggi badan, namun juga telah menyiapkan program lain. Salah satunya dengan pendampingan keluarga berisiko stunting dengan memberikan edukasi gizi seimbang serta peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak. “Penanganan stunting juga butuh kolaborasi lintas sektor sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, penanganan stunting dibutuhkan langkah strategis sekaligus penguatan konvergensi didalam penanggulangan. Upaya penanggulangan sangat dibutuhkan untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas.
“Kami sudah menggelar deklarasi rembuk stunting 2025 sebagai bentuk komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan,” ujarnya.
Beberapa langkah yang diambil untuk menangani stunting di antaranya melakukan deteksi dini bagi remaja, calon pengantin, ibu hamil dan balita. Langkah selanjutnya dengan program optimalisasi tumbuh kembang balita melalui pemberian protein hewani dan makanan pendamping Air Susu Ibu (ASI).
Selain itu, meningkatkan program Keluarga Berencana (KB) pascasalin melalui metode kontrasepsi jangka panjang dan KB modern. Di sisi lain, dilaksanakan sosialisasi dan edukasi ke Masyarakat berkaitan dengan perilaku hidup sehat. “Kami berkomitmen untuk melakukan pencegahan percepatan dan penurunan stunting,” kata Sri Suhartanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.