Kejurda Esports DIY 2026 Jadi Ajang Jaring Atlet Menuju PON 2028
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Debit air Sungai Winongo yang mengalir melewati kawasan Glondong, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul meningkat pada Sabtu (1/11/2025). DPUPKP Bantul menyebut tengah mendata gorong-gorong rawan tersumbat dan talut berpotensi ambrol menjelang puncak musim penghujan.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mulai melakukan penyisiran dan pemeliharaan pada gorong-gorong yang rawan genangan serta talut sungai berpotensi ambrol sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di akhir tahun.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim lapangan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan genangan dapat diminimalkan. “Kami sedang mendata beberapa gorong-gorong untuk memperlancar aliran air, terutama di titik-titik yang sering tersumbat," ujarnya Sabtu (1/11/2025).
Menurut Jimmy, dari data sementara dan pengalaman tahun-tahun sebelumnya terdapat beberapa gorong-gorong di Bantul yang rawan tersumbat. Misalnya di perempatan Jetis, area Bakulan, maupun kawasan Cepit. Ketiga titik itu kata dia sudah ditangani dan diharapkan tidak menimbulkan genangan parah saat hujan berintensitas tinggi.
Jimmy menyebut, meski anggaran tahun ini terbatas, pihaknya tetap mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan antisipasi banjir dan genangan. “Kami realokasi anggaran sekitar Rp100 juta di bidang Bina Marga dan Rp100 juta di bidang Sumber Daya Air untuk pekerjaan normalisasi dan pemeliharaan. Jadi total Rp200 juta sampai akhir tahun,” jelasnya.
Selain genangan, perhatian DPUPKP juga tertuju pada stabilitas talut di kawasan sungai yang debit airnya mulai meningkat. “Ada tiga sampai empat titik talut yang sedang kami tangani, termasuk di kawasan Sungai Pesing dan Celeng. Kami juga berkoordinasi dengan BBWSSO untuk percepatan penanganan,” tambahnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Bantul, Wartini menuturkan sepanjang 2025 pihaknya telah menyiapkan tujuh paket pekerjaan perkuatan talut sungai di 13 lokasi dengan total anggaran Rp3,3 miliar.
“Beberapa di antaranya di Sungai Bayem, Kedung Semerangan, Celeng, Mruwe, Belik, Bulus, dan Pesing. Tapi karena anggaran terbatas, kami fokus di sungai-sungai kecil yang menjadi kewenangan daerah,” kata Wartini.
Untuk sungai besar seperti Opak, Oya, Winongo, Code, dan Gajahwong, ia menjelaskan penanganannya menjadi tanggung jawab BBWSSO. “Kalau ada kerusakan di titik yang benar-benar mengancam keselamatan warga atau infrastruktur umum, baru kami ambil langkah cepat,” ujarnya.
DPUPKP Bantul berharap upaya preventif ini dapat menekan risiko banjir dan longsor di wilayah Bantul, terutama menjelang puncak musim hujan November–Desember. “Target kami, nol insiden. Kami ingin kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.