Advertisement
SPPG Margomulyo Terapkan Dapur Ramah Lingkungan di Sleman
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Murangan 7, Sleman. Langkah ini menjadi wujud pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh, dari penyediaan hingga pengelolaan limbah.
Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, mengatakan komitmen pihaknya tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, tetapi juga menjaga agar kegiatan dapur MBG tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
Advertisement
“Kami mencoba mengintegrasikan pelayanan gizi dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Menyajikan Makanan Bergizi Tanpa Sisa, untuk Bumi yang Lestari,” ujar Joni, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, pengelolaan sampah dilakukan dengan pemisahan organik dan anorganik sejak dari dapur. Sampah anorganik diolah menjadi bio solar ramah lingkungan, sedangkan limbah organik diolah menjadi kompos bekerja sama dengan Masjid Nurul Asri Yogyakarta.
BACA JUGA
“Kami ingin menunjukkan bahwa program gizi bisa berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan. Anak-anak mendapatkan nutrisi, sementara bumi tetap terjaga,” jelasnya.
SPPG Margomulyo juga menerapkan sistem pelaporan sisa makanan secara ketat guna mendorong efisiensi dan transparansi publik. Seluruh aktivitas dapur diawasi 24 jam lewat CCTV untuk memastikan akuntabilitas dan mutu kerja sesuai standar.
Dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah penerima manfaat, seluruh tahapan dilakukan secara higienis dan tepat waktu. Joni turut melakukan monitoring dan evaluasi lapangan, mendengarkan masukan dari anak-anak dan guru, agar pelaksanaan program terasa lebih dekat dan manusiawi.
Dalam pengadaan bahan pangan, SPPG Margomulyo menggandeng BUMKalma, petani, dan pedagang lokal di wilayah Seyegan. Kolaborasi ini memastikan pasokan bahan segar sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Program Makan Bergizi bukan hanya soal memberi makan anak-anak, tapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal yang sehat dan berkelanjutan,” kata Joni.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Riyanto, menyambut baik langkah tersebut. “Kerja sama ini menjadi solusi atas pengelolaan sampah hasil program MBG,” ujarnya.
Ia berharap SPPG lain bisa meniru inisiatif Margomulyo agar persoalan sampah di Sleman dapat ditekan tanpa menimbulkan penumpukan timbulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
- Usai Buka Bersama, Tawuran Antar Remaja Pecah di Imogiri Barat Bantul
- Veda Ega Pratama Moncer di Moto3, SMA Taman Madya IP Beri Dukungan
- Pencairan Dana Desa Gunungkidul Dikebut, Cegah Anggaran Hangus
- Stok Darah Ramadan Aman, PMI Sleman Siaga 100 Kantong
Advertisement
Advertisement







