Advertisement
UII Siapkan Lulusan Hybrid Skills Lewat Prodi Manajemen Rekayasa
Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII Imam Djati Widodo. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Permintaan pasar terhadap posisi Engineering Manager dan Software Engineering Manager tergolong tinggi di sejumlah kawasan industri di Indonesia. UII berusaha menjawab kebutuhan sumber daya manusia tersebut melalui Program Studi baru bernama Manajemen Rekayasa (MR) di bawah Fakultas Teknologi Industri (FTI).
Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII Imam Djati Widodo menjelaskan pembukaan prodi ini sejaln meningkatnya permintaan global terhadap sumber daya manusia dengan keterampilan hibrida (hybrid skills) yang menggabungkan kemampuan teknis dan manajerial. Berdasarkan laporan Future of Jobs World Economic Forum (WEF) 2023–2025 dan bab Skills Outlook, perusahaan global menempatkan keterampilan analitis, manajerial, serta pemecahan masalah teknis sebagai kompetensi yang paling dibutuhkan di masa depan.
Advertisement
"Tren ini diperkuat oleh data LinkedIn [Future of Recruiting] yang menunjukkan pergeseran pola rekrutmen dari berbasis gelar menuju berbasis keterampilan [skills-first hiring]. Dengan demikian, diharapkan lulusan MR UII memiliki kombinasi kompetensi teknik dan kepemimpinan diproyeksikan akan semakin dicari di berbagai industri," katanya dikutip Selasa (11/11/2025).
Dilansir dari situ Glassdoor, terdapat ratusan lowongan aktif untuk posisi Engineering Manager dan Software Engineering Manager di Jakarta dan kota besar lainnya. Hal ini menandakan tingginya permintaan lokal terhadap pemimpin dengan latar belakang teknik dan manajemen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam lima tahun terakhir turut menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih menjadi penyerap tenaga kerja utama, dengan kebutuhan yang besar akan manajer teknik dan pengambil keputusan strategis. S
Di sisi lain International Labour Organization (ILO) dan WEF menyoroti pentingnya reskilling akibat disrupsi otomasi dan digitalisasi, yang semakin menegaskan urgensi kehadiran lulusan dengan profil engineering + management agar mampu beradaptasi dan memimpin transformasi industri di era baru.
"Ini menjawab permintaan pasar nyata ada ratusan lowongan manajerial teknik di pasar kerja lokal, lulusan MR berpotensi langsung mengisi posisi tersebut. Kemudian Kesesuaian kurikulum MR dengan kebutuhan industri: kurikulum terpadu, sesuai rekomendasi WEF/ILO yang mendorong pengembangan keterampilan gabungan dan reskilling," ujarnya.
Ketua Prodi Manajemen Rekayasa FTI UII Elanjati Worldailmi menambahkan Prodi MR didirikan untuk menjawab kebutuhan dunia industri yang semakin kompleks, terutama di era digitalisasi dan transformasi menuju Industri 5.0. Dunia kerja kini membutuhkan profesional yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan komunikasi lintas disiplin.
"Kurikulum terpadu antara teknik industri, manajemen proyek, inovasi bisnis, dan digitalisasi. Pendekatan Project-Based Learning untuk menghadirkan pembelajaran berbasis proyek nyata. Kolaborasi lintas prodi dan kemitraan industri untuk memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Integrasi nilai Islam dan kepemimpinan etis, sehingga lulusan tidak hanya kompeten tetapi juga berintegritas," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menkeu Tunggu BNPB Ajukan Dana Tambahan untuk Banjir Sumatera
Advertisement
KA Panoramic Kian Diminati, Jalur Selatan Jadi Primadona
Advertisement
Berita Populer
- Kelurahan Rejowinangun Jogja Kembangkan Sabun Power Liquid
- Pakar UGM Ingatkan Industri Wisata DIY Waspadai Cuaca Ekstrem 2025
- Hari Disabilitas Internasional, Pendidikan Khusus Hadapi Kendala Finan
- Kejati DIY Tahan 3 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank BUMN
- Anomali NPL Bongkar Kredit Fiktif BUMN di Bantul, Kerugian Miliaran
Advertisement
Advertisement



