Advertisement
11 Jembatan Garuda Dibangun di Gunungkidul, Ini Daftar Lokasinya
Jembatan Gantung Kalijogo. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Kabupaten Gunungkidul segera memiliki 11 jembatan baru melalui program infrastruktur Jembatan Garuda. Pembangunan ini menargetkan desa-desa terpencil, dengan anggaran per lokasi sekitar Rp300–400 juta.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, menjelaskan, pembangunan tahap awal sudah dimulai di Padukuhan Nglebak, Katongan, Nglipar; Padukuhan Pringsurat, Kedungkeris, Nglipar; dan Gatak di Kalurahan Gari, Wonosari. Delapan lokasi lain tersebar di beberapa padukuhan di Kecamatan Semin, Girisuko, Panggang, Patuk, Wonosari, dan Nglipar.
Advertisement
Mayoritas jembatan yang dibangun berada di atas aliran Kali Oya dan terdiri dari jembatan gantung serta beton. Pembangunan ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat, bertujuan menghubungkan wilayah terpencil serta memperkuat konektivitas antar desa.
Alfian menambahkan, seluruh pembangunan telah melalui survei dan dilengkapi denah jembatan. “Untuk jenis yang dibangun ada jembatan gantung dan beton. Mayoritas jembatan berada di atas aliran Kali Oya. Anggaran kisaran Rp300–400 juta per titik,” jelasnya.
BACA JUGA
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut baik program ini. Ia berharap pembangunan jembatan tidak hanya membuka akses yang terputus, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi warga. “Usulan pembangunan ini berasal dari masukan Lurah dan Babinsa, kemudian diteruskan ke pusat. Selain membuka akses, juga agar perekonomian warga berjalan efektif dan efisien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Prajurit Jadi Tersangka Kasus Air Keras Andrie, Ini Kata Mabes TNI
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
Advertisement
Advertisement








