Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul Libatkan 1.039 Petugas
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Pertandingan pembuka Liga Pelajar gunungkidul (Lipeg) X yang berlangsung di Stadion Handayani di Kapanewon Wonosari. Jumat (14/11/2025). /Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Turnamen sepabola antar pelajar SMA dan sederajat bertajuk Liga Pelajar Gunungkidul (Lipeg) X kembali digelar di Stadion Handayani mulai Jumat (14/11/2025). Diharapakan lewat ajang ini menjadi calon atlet sepakbola handal di Bumi Handayani.
Ketua Pelaksana Lipeg X, Heri Santosa mengatakan, ada 16 kesebelasan yang merupakan wakil dari SMA dan SMAK se-Gunungkidul. Turnamen ini berlangsung mulai 14 November hingga 20 Desember 2025.
“Pertandingan pembuka sudah digelar. Mudah-mudahan Lipeg 2025 dapat berjalan dengan lancar, seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya,” kata Heri, Sabtu (15/11/2025).
Dia menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan turnamen ini adalah untuk mencari bibit unggul di cabang olahraga sepakbola. Namun, di sisi lain juga sebagai ajang menunjukan kreativitas bagi kalangan anak muda, khususnya para supporter dari masing-masing kesebelasan untuk menunjukan kreativitas dan kekompakan secara sportif dan atraktif.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi para supporter untuk menunjukkan kreatifitasnya dalam mendukung tim kesayangan. Kreatifitas ini bisa ditunjukkan dalam bentuk koreografi karena penampil terbaik akan mendapatkan apresiasi dalam bentuk pemilihan supporter terbaik dan terfavorit”, ujar Heri.
Ditambahkan dia, penyelenggaraan Lipeg tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar para siswa. Pasalnya, pertandingan hanya digelar saat akhir pekan.
“Pertandingan hanya digelar Jumat, Sabtu dan Minggu. Setiap harinya ada dua pertandingan yang digelar,” katanya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul, Irfan Ratnadi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan rutin turnamen sepakbola pertajuk liga pelajar di Bumi Handayani. Penyelenggaraan yang berjalan secara berkesinambungan dari tahun ke tahun menjadi ajang pencarian bibit pemain muda sepak bola yang handal dari Kabupaten Gunungkidul.
“Lipeg menjadi satu-satunya turnamen sepakbola antar sekolah di DIY yang dapat terlaksana rutin setiap tahun,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan tidak lepas dari penggelolaan kegiatan professional. Di sisi regenerasi atlet juga sudah terlihat karena banyak bibit pemain sepakbola yang mengisi tim-tim yang mewakili Gunungkidul seperti di tim Popda maupun Porda.
“Prestasi sepakbola putra maupun putri di Porda di Gunungkidul sangat membanggakan. Harapannya lipeg ini sukses pelaksanaan dan juga sukses prestasi, baik bagi sekolah maupun nantinya untuk Kabupaten Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.
petugas mengamankan dua tersangka dengan barang bukti ganja seberat 232 gram dan tembakau sintetis seberat 148 gram.
Laptop gaming kini tidak lagi hanya digunakan oleh gamer, tetapi juga oleh pelajar, mahasiswa, kreator konten, hingga profesional muda
Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pulisic dan Balogun jadi tumpuan tuan rumah memburu tiket 16 besar.