Advertisement
Kemiskinan Gunungkidul Turun 1,03 Persen di Tahun 2025
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Angka kemiskinan di Gunungkidul turun 1,03% di tahun 2025. Diperkirakan jumlah warga miskin di Bumi Handayani mencapai 113.470 jiwa.
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Gunungkidul, Joko Parwoto mengatakan, pemkab konsisten untuk memerangi kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah program unggulan sudah digulirkan agar upaya penanggulangan dapat dioptimalkan.
Advertisement
Beberapa program yang dijalankan untuk penurunan kemiskinan mulai dari penguatan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Selain itu, juga ada program Pendidikan bertajuk Geni Seko Gunung yang bertujuan meningkatkan ketrampilan warga di atas 25 tahun.
“Program lain yang dijalankan adalah Water Access Sanitation Hygiene [WASH]. Terus ada juga fasilitasi program menu sarapan pagi bagi lansia dan penyandang disabilitas terlantar,” kata Joko, Senin (17/11/2025).
BACA JUGA
Menurut dia, program yang dijalankan sudah berdampak signifikan terhadap upaya penurunan kemiskinan di Bumi Handayani. Sebagai gambaran, angka kemiskinan di 2024 sebesar 15,18%. Namun, hasil perhitungan terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan ada penurunan menjadi 14,15%.
“Turunnya lebih dari satu persen di tahun ini. semoga ke depannya, program penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul bisa lebih dioptimalkan lagi,” kata Wakil Bupati Gunungkidul ini.
Meski jumlahnya terus turun dari tahun ke tahun, Joko mengakui hingga sekarang masih ada sekitar 113.470 penduduk di Bumi Handayani berstatus miskin. Pihaknya terus berupaya agar angka kemiskinan terus dapat ditekan sehingga kehidupan masyarakat sejahtera.
“Program pengentasan kemiskinan akan dioptimalkan dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional [DTSEN]. Upaya lain juga dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, prosentase penurunan angka kemiskinan di tahun ini melebihi target. Pasalnya, target yang dicanangkan hanya di kisaran 0,34% setahun, tapi hasilnya bisa lebih tinggi.
“Penurunan di tahun ini lebih dari satu persen,” kata Aldian.
Menurut dia, ada beberapa strategi untuk program pengentasan kemiskinan. Secara garis besar terbagi dalam tiga sektor, yakni pertama difokuskan untuk mewujudkan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup dan perbaikan kualitas hidup di Masyarakat.
“Tahun ini ada tujuh kapanewon yang menjadi fokus penangan meliputi Gedangsari, Semin, Saptosari, Playen. Selain itu ada Kapanewon Ponjong, Tepus dan Rongkop,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kendaraan di Jalan Layang MBZ Naik 46,77 Persen Jelang Imlek
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY Minta Lalin dan Parkir Disiapkan Saat Libur
- Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Minggu 15 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Minggu 15 Februari 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 15 Februari 2026
- Prakiraan Cuaca DIY Minggu 15 Februari 2026: Hujan Ringan di 4 Wilayah
Advertisement
Advertisement







