Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Jalan utama di wilayah Sriharjo, Imogiri, Bantul, tepatnya di antara Pedukuhan Wunut dan Pedukuhan Sompok yang putus pada Jumat sore. Dok Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Akses jalan utama yang menghubungkan Pedukuhan Wunut dan Pedukuhan Sompok, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, putus pada Jumat (21/11/2025) sore. Putusnya jalan membuat warga sejumlah wilayah sekitar terisolasi karena jalur tersebut menjadi akses utama untuk aktivitas harian.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, menjelaskan kerusakan terjadi cukup cepat. Sejak pagi, ruas jalan sudah menunjukkan gejala retak sebelum akhirnya ambrol menjelang sore.
“Betul, setengah jam yang lalu kurang lebih kejadiannya. Tadi pagi jam 05.00 jalan mulai retak, terus sekitar jam 16.00 kurang sedikit, ambrol,” ujarnya, Jumat.
Jalur tersebut selama ini menjadi akses vital menuju Imogiri dan pusat Kota Bantul, sekaligus menghubungkan permukiman warga di timur Sriharjo yang berada di kawasan perbukitan.
Panewu Imogiri, Slamet Santoso, menyebut insiden tersebut bukan yang pertama kali terjadi di lokasi itu. Struktur tanah di kawasan tersebut memang sudah lama bermasalah.
“Itu lho, yang dulu ambles itu. Begitu selesai di Desember 2022 atau 2023 saya lupa, beberapa hari kemudian ambles lagi. Waktu itu masih masa pemeliharaan,” ungkapnya.
Menurut Slamet, tim dari UGM pernah melakukan penelitian dan menemukan tingkat kerawanan tanah yang cukup tinggi.
“Jadi memang tidak layak untuk dilakukan perbaikan jalannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan faktor air dari bukit dan tekanan arus Sungai Oyo turut mempercepat kerusakan jalan. Air meresap ke celah tanah yang sudah ambles, sementara arus sungai menghantam tanggul yang kondisinya miring.
“Air dari atas bukit itu meresap ke celah-celah tanah yang ambles. Arus sungai juga menghantam tanggul yang sudah miring. Akhirnya ambles,” jelasnya.
Jalan tersebut dinyatakan putus total sekitar pukul 16.00 WIB dan sudah tidak bisa dilalui kendaraan.
“Sekarang nggak bisa. Kemarin sudah ada tanda-tanda pergerakan, makin lebar, makin turun, bergeser, sekarang putus,” kata Slamet.
Akibat kerusakan ini, warga harus memutar lewat jalur alternatif terdekat, yaitu melalui Selopamioro atau Mangunan, dengan tambahan waktu perjalanan 15–30 menit.
Slamet mengimbau warga agar menghindari area tersebut karena potensi longsor masih tinggi.
“Tetap waspada karena itu bahaya. Longsornya bisa semakin melebar. Sehingga untuk tidak dekat-dekat ke lokasi, apalagi menggunakan jalur itu untuk lalu lintas kendaraan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.