Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras memicu luapan sungai bawah tanah di Pantai Baron hingga memunculkan fenomena dua warna air laut yang kembali menarik perhatian wisatawan.
Fenomena ini menyebabkan air di kawasan pantai terbagi menjadi dua warna akibat pertemuan air banjir dan air laut.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan banjir di sungai bawah tanah itu terjadi sejak Senin (24/11/2025) pagi. "Ini dampak hujan deras di wilayah utara sejak Minggu (23/11/2025) malam," ujarnya, Senin siang.
Menurut Suris, banjir di lokasi itu merupakan kejadian biasa. "Kalau hujan deras, pasti di sungai bawah tanah akan meluap dengan debit lebih tinggi dari biasanya," katanya.
Banjir itulah yang memunculkan fenomena dua warna air laut—coklat dari air banjir dan biru dari air laut. "Jadi ada pertemuan antara air laut dengan aliran dari sungai bawah tanah, sehingga warnanya jadi dua," ungkapnya.
Dia menjelaskan, fenomena dua warna tersebut hal yang biasa terjadi setiap musim hujan. Biasanya, fenomena ini berlangsung dua hingga tiga hari, asalkan tidak ada hujan susulan. "Kalau cuaca cerah, dalam tiga hari air banjir akan menghilang. Tapi kalau hujan terus, fenomena dua warna ini bisa bertahan lebih lama," jelas Suris.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, menambahkan, banjir itu tidak mengganggu aktivitas wisata. Pengunjung tetap bisa datang ke Pantai Baron seperti biasa.
"Yang terpenting, wisatawan mematuhi imbauan petugas. Kami selalu mengingatkan agar tidak bermain di area berbahaya," kata Marjono.
Saat ini, menurut dia, wisatawan yang ingin ke Pantai Baron harus menyeberang menggunakan perahu. Aliran sungai bawah tanah yang mengarah ke timur membuat kawasan pantai terpisah, mirip sebuah pulau atau yang dikenal warga setempat sebagai gumuk pasir dadakan.
"Aliran sungai bawah tanah sering berubah. Kalau ke timur, pengunjung harus menyeberang. Tapi kalau langsung ke selatan, tidak perlu menyeberang karena pantai tidak terbelah aliran sungai," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.