KAI Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Sentolo
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, KULONPROGO—BPBD menurunkan status bencana dari tanggap darurat menjadi siaga darurat setelah jumlah kejadian hidrometeorologi di Kulonprogo menunjukkan tren penurunan.
Pihak BPBD menyebut tidak rasional mempertahankan status tanggap darurat ketika kejadian telah berkurang signifikan. Sepanjang periode tanggap darurat, tercatat 35 kejadian meliputi tanah longsor dan cuaca ekstrem.
Namun ancaman bencana masih perlu diwaspadai mengingat kondisi cuaca belum stabil. SK Bupati sebagai dasar hukum siaga darurat belum terbit, sehingga Pemkab belum dapat mengakses dana BTT untuk penanganan cepat jika terjadi insiden baru.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, statusnya turun dari tanggap darurat menjadi siaga darurat karena jumlah kejadian bencana hidrometeorologi mulai melandai.
"Salah satu faktornya menjadi siaga darurat karena jumlah kejadian menurun. Semoga melandai," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (27/11/2025).
Meskipun kejadian cenderung menurun, Eko menyadari, potensi terjadinya banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, gelombang pasang dan abrasi pantai masih tinggi. Dia meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi kejadian tersebut. Menurutnya, selama status tanggap darurat terdapat 35 kejadian. "Terbagi menjadi 20 kejadian tanah longsor dan 15 kejadian cuaca ekstrem," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa menambahkan, minimnya kejadian tidak memungkinkan statusnya masih tanggap darurat. Sekarang ini belum bisa disampaikan status siaga darurat mulai berlaku dari kapan sampai kapan.
Pasalnya, SK Bupati Kulonprogo yang menjadi dasar hukum masih terus berproses. "Tidak mungkin kami menetapkan tanggap darurat tetapi kejadiannya minim," ungkapnya.
Status siaga darurat ini menjadikan Pemkab Kulonprogo tidak bisa menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) apabila ada kejadian bencana hidrometeorologi. Sebab karena dana BTT dapat digunakan hanya untuk daerah yang statusnya tanggap darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.