Pencairan UGR Tol Jogja-YIA, BPN Kulonprogo Siapkan Rp131 Miliar
BPN Kulonprogo menjadwalkan dua kali UGR Tol Jogja-YIA pada Agustus dengan total nilai mencapai sekitar Rp131 miliar.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, KULONPROGO—BPBD menurunkan status bencana dari tanggap darurat menjadi siaga darurat setelah jumlah kejadian hidrometeorologi di Kulonprogo menunjukkan tren penurunan.
Pihak BPBD menyebut tidak rasional mempertahankan status tanggap darurat ketika kejadian telah berkurang signifikan. Sepanjang periode tanggap darurat, tercatat 35 kejadian meliputi tanah longsor dan cuaca ekstrem.
Namun ancaman bencana masih perlu diwaspadai mengingat kondisi cuaca belum stabil. SK Bupati sebagai dasar hukum siaga darurat belum terbit, sehingga Pemkab belum dapat mengakses dana BTT untuk penanganan cepat jika terjadi insiden baru.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, statusnya turun dari tanggap darurat menjadi siaga darurat karena jumlah kejadian bencana hidrometeorologi mulai melandai.
"Salah satu faktornya menjadi siaga darurat karena jumlah kejadian menurun. Semoga melandai," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (27/11/2025).
Meskipun kejadian cenderung menurun, Eko menyadari, potensi terjadinya banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, gelombang pasang dan abrasi pantai masih tinggi. Dia meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi kejadian tersebut. Menurutnya, selama status tanggap darurat terdapat 35 kejadian. "Terbagi menjadi 20 kejadian tanah longsor dan 15 kejadian cuaca ekstrem," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa menambahkan, minimnya kejadian tidak memungkinkan statusnya masih tanggap darurat. Sekarang ini belum bisa disampaikan status siaga darurat mulai berlaku dari kapan sampai kapan.
Pasalnya, SK Bupati Kulonprogo yang menjadi dasar hukum masih terus berproses. "Tidak mungkin kami menetapkan tanggap darurat tetapi kejadiannya minim," ungkapnya.
Status siaga darurat ini menjadikan Pemkab Kulonprogo tidak bisa menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) apabila ada kejadian bencana hidrometeorologi. Sebab karena dana BTT dapat digunakan hanya untuk daerah yang statusnya tanggap darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPN Kulonprogo menjadwalkan dua kali UGR Tol Jogja-YIA pada Agustus dengan total nilai mencapai sekitar Rp131 miliar.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.