Dinsos Sleman Imbau Warga Perbarui Data Desil Sebelum 31 Agustus
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman pada Selasa (2/12/2025). Andreas Yuda Pramono/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman pada Selasa (2/12/2025). Kunjungan yang berlangsung dalam rangka studi banding kebijakan ini diwarnai momen reflektif ketika Pemkab Sleman memutarkan lagu kritik lingkungan berjudul Banda Lah Kariang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, memutarkan lagu tersebut di akhir pertemuan. Menurutnya, lirik lagu karya Erwin Agam itu menjadi pengingat bahwa bencana ekologis seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumbar, termasuk Padang Pariaman, tak lepas dari campur tangan manusia, termasuk pengambil kebijakan.
Lagu tersebut menceritakan kerusakan lingkungan yang berdampak pada perubahan sosial. Salah satu baitnya menyinggung janji pemimpin nagari untuk tidak merusak lahan pertanian:
Oi Tuan.. nan mamimpin nagari..
(Wahai Tuan… yang memimpin nagari)
Indak ko ibo jo nasib kami...
(Tidakkah Tuan iba dengan nasib kami…)
Oi Tuan.. dulu Tuan bajanji..
(Wahai Tuan… dulu Tuan pernah berjanji…)
Indak marusak lahan batani
(Tidak akan merusak lahan pertanian)
“Lagu ini sudah cukup untuk memberi kritik terhadap bencana yang terjadi saat ini. Nanti coba saja diputar lagu itu, Banda Lah Kariang,” ujar Agung di Ruang Rapat Praja 1 Setda Sleman.
Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Afredison, menyebut kunjungan ini diikuti Komisi IV dan Komisi I, sementara komisi lainnya tetap berada di Padang Pariaman. Studi banding tersebut juga membahas penanggulangan bencana. Ia mengakui kunjungan tidak dapat dibatalkan meski daerahnya sedang dilanda bencana lingkungan, karena permohonan kunjungan telah diajukan jauh hari.
Surat bernomor 400.10.1.4/1122/DPRD/XI/2025 yang diterima Harianjogja.com berisi rencana kunker Komisi I DPRD Padang Pariaman. Surat yang ditandatangani Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, itu memuat agenda dua hari di Sleman—diskusi dan sharing informasi pada Selasa (2/12), serta kunjungan lapangan pada Rabu (3/12). Komisi I mengajukan permohonan kunker pada 18 November 2025, sementara Komisi IV pada 28 November 2025.
“Kalau kami membatalkan juga tidak enak. Ada dua anggota Komisi IV juga yang kami tinggal di Padang Pariaman,” kata Afredison. Rombongan dijadwalkan berada di DIY hingga Sabtu (6/12).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.
Suami dan anak Bupati Non-aktif Fadia Arafiq diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi terkait operasional PT RNB.
Bareskrim Polri menangkap 71 orang dari aktivitas judi casino di Sukoharjo. Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.