PSIM Sambut Piala Liga, Van Gastel Soroti Jadwal Padat
PSIM Jogja menyambut Piala Liga 2026/2027. Jean-Paul Van Gastel menilai ajang itu positif, tetapi mengingatkan jadwal musim akan semakin padat.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (kiri) saat ditemui di Kemantren Mergangsan, Jumat (5/12/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA - Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dinilai menunjukkan perkembangan signifikan sejak mulai digencarkan Pemkot Jogja pada Agustus 2025. Pemilahan sampah hingga layanan jemput sampah berukuran besar disebut ikut mengurangi timbunan sampah di ruang publik.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut pemilahan sampah organik kini berjalan lebih masif. Ia menuturkan jumlah sampah dapur yang berhasil dikumpulkan setiap hari sudah mencapai ribuan ember dan langsung diproses sesuai alurnya.
“Setiap hari sisa-sisa makanan sampah organik yang terkumpul minimal 1000 ember atau sekitar 25 ton. Berarti ada sampah terpilah 25 ton per hari minimal yang dari sampah organik basah,” ujar Hasto, Jumat (5/12/2025).
Hasto menambahkan, sampah jalanan berupa dedaunan yang terpilah juga meningkat. Material itu saat ini langsung dikirim ke unit pengolahan pupuk organik sebagai bahan baku kompos.
“Yang dari sapuan jalan, daun-daunan itu minimal 20 ton per hari. Sudah dipilah dan dibawa ke unit pupuk, jadi ini kemajuan besar,” katanya.
Selain pemilahan, peningkatan layanan juga terlihat dari aktivitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Mas Jos yang bertugas menjemput sampah spesifik rumah tangga. Layanan ini disebut banyak membantu warga dalam membuang barang-barang besar seperti perabotan yang tidak bisa ditangani pada pengangkutan reguler.
“Orang yang telepon minta dijemput (sampah) itu sudah lebih dari 500 dalam tiga bulan. Penjemputan ke rumah jadi sudah kemajuan menurut saya,” ucapnya.
Hasto menyatakan dampak program tersebut mulai terlihat di ruang publik. Ia menilai volume sampah liar di tepi jalan kini jauh berkurang dibandingkan beberapa bulan lalu.
“Sudah sangat berkurang. Hampir tidak ada sampah yang numpuk di pinggir jalan, plastik-plastik di pinggir jalan hampir tidak ada,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengakui persoalan antrean gerobak di depo masih menjadi pekerjaan rumah. Kecepatan layanan di depo sampah disebut perlu ditingkatkan agar alur pengangkutan semakin lancar.
“Deponya perlu lebih cepat lagi, masih banyak antrean penggerobak. Ini tetap jadi perhatian kami,” kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menyambut Piala Liga 2026/2027. Jean-Paul Van Gastel menilai ajang itu positif, tetapi mengingatkan jadwal musim akan semakin padat.
nvestigasi mengungkap ratusan dokter palsu berbasis AI membanjiri Facebook dan Instagram untuk mempromosikan suplemen dengan klaim kesehatan yang meraguka
Ariana Grande menggugat peretas yang diduga mencuri dan menjual puluhan lagu belum dirilis, foto, serta video pribadinya melalui dark web.
BPBD Bantul telah menyalurkan 312.000 liter air bersih kepada 2.619 warga terdampak kekeringan di lima kapanewon selama musim kemarau 2026.
Studi ICCT mengungkap biaya baterai mobil listrik turun hingga 35%, tetapi harga EV hanya turun 18% karena produsen lebih fokus meningkatkan kualitas kendaraan.
Gol spektakuler Sidny Lopes Cabral saat melawan Argentina resmi terpilih sebagai gol terbaik Piala Dunia 2026 melalui voting publik FIFA.