LSM Sarang Lidi Beri Pendampingan Korban Dugaan Perundungan di Bantul
Kasus bullying di SMA Bantul, korban alami trauma dan kini didampingi LSM untuk pemulihan psikologis.
Jembatan Kabanaran, Pandansimo. - ist
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Perhubungan Bantul menyiapkan pola pengawasan khusus di jalur selatan sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan.
Upaya pengamanan ini dilakukan bersama Dishub DIY dan kepolisian. Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji Rahardjo, menerangkan bahwa langkah tersebut dirancang agar pergerakan kendaraan di koridor Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tetap terkendali sepanjang periode libur panjang.
“Kita sudah kirim surat permohonan kepada Dispar Bantul terkait sarana prasarana yang ada di Jembatan Kabanaran, kita pinjam untuk memantau lalu lintas,” jelasnya, Senin (8/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pemantauan tidak dilakukan sembarangan, tetapi difokuskan pada titik yang rentan terjadi perlambatan arus. Dengan semakin ramainya Pansela, ia memprediksi kawasan tersebut akan menjadi jalur padat, terutama mendekati malam pergantian tahun. Selain libur sekolah dan perjalanan wisata, meningkatnya rasa penasaran publik terhadap jembatan yang tengah viral semakin mempertebal potensi kepadatan.
“Potensi lonjakan kunjungan dari masyarakat harus kita persiapkan untuk pengamanan dan pantauan,” ujarnya.
Dishub Bantul juga menyiapkan skenario berbeda apabila Kelok 18 dioperasikan selama libur Nataru. Toto mengatakan pembahasan internal masih berlangsung karena pembukaan jalur itu otomatis akan menarik arus kendaraan yang lebih besar.
“Kalau Kelok 18 dibuka kan itu kemungkinan banyak orang yang datang, jadi kita akan rapatkan dulu agar menyamakan persepsi. Jika dibuka kan harus ada tim pemantauannya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa mandat yang diberikan kepada Pemkab Bantul nantinya sangat menentukan langkah Dishub. Jika kewenangan pemantauan hanya diletakkan di kawasan Jembatan Kabanaran, maka Kelok 18 tidak akan masuk cakupan penanganan Dishub Bantul.
Meski begitu, keputusan akhir tetap bisa berubah apabila pemerintah pusat memberikan arahan untuk membuka jalur tersebut.
“Semoga tidak ada kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul saat Nataru,” tutupnya.
Pada periode libur panjang ini, Dishub Bantul berharap koordinasi lintas instansi dapat menjaga keamanan serta kelancaran arus kendaraan di jalur selatan yang diprediksi meningkat, utamanya di kawasan Jembatan Kabanaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus bullying di SMA Bantul, korban alami trauma dan kini didampingi LSM untuk pemulihan psikologis.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.