Belanja Pegawai Gunungkidul di Atas Batas, Ini Strategi Dewan
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Pengendara melintas di depan gerbang masuk desa wisata Wukirsari, Imogiri, Bantul belum lama ini. Dinas Pariwisata Bantul melaporkan rata-rata lama tinggal wisman dan wisnus mengalami penurunan tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Harianjogja.com, BANTUL—Rata-rata lama tinggal wisatawan di Bantul pada 2025 kembali turun untuk wisman maupun wisnus berdasarkan kajian Dinas Pariwisata setempat.
Penurunan ini tampak merata di hotel berbintang, hotel nonbintang, hingga homestay desa wisata. Wisman tercatat hanya bertahan rata-rata 2,30 hari, sedangkan wisnus 1,79 hari. Dinas Pariwisata menyebut dinamika kunjungan sangat dipengaruhi momentum libur sekolah, libur panjang, serta efek pembatasan studi tour dari sejumlah daerah.
Pelaku industri perhotelan menilai kondisi ini menuntut strategi promosi lebih agresif dan kolaboratif agar wisatawan tidak sekadar singgah. PHRI Bantul juga menyoroti banyaknya penginapan tidak resmi yang membuat data lama tinggal tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi lapangan dan berdampak pada okupansi hotel.
Data dari Dinas Pariwisata setempat menyebutkan bahwa rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) 2,30 hari, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) 1,79 hari. Angka ini menurun dari tahun lalu, yang mencapai 2,4 hari untuk wisman dan 1,9 hari untuk wisnus.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi menjelaskan, data lama tinggal wisatawan itu diperoleh dari hasil kajian yang dihimpun dari 83 sampel meliputi tiga hotel berbintang, 26 hotel nonbintang/guest house, serta 54 homestay di desa wisata.
"Untuk kategori homestay, lama tinggal wisman tertinggi tercatat pada Januari dengan 2,95 hari, sementara terendah terjadi pada Oktober dengan 1,36 hari. Untuk wisnus di homestay, puncaknya pada Maret mencapai 1,98 hari dan terendah pada Januari hanya 1,26 hari," katanya, Selasa (9/12/2025).
Adapun di hotel nonbintang, wisman menginap paling lama pada Januari dengan 2,91 hari dan terendah pada Mei 1,91 hari. Untuk wisnus, puncak lama tinggal terjadi pada Oktober dengan 1,67 hari, dan level terendah pada Mei 1,04 hari.
"Secara umum puncak lama tinggal wisman di Bantul terjadi pada Juli dengan 2,85 hari dan terendah pada November 1,76 hari. Sementara, lama tinggal wisnus paling tinggi pada Juni dengan 2,07 hari dan terendah pada April 1,60 hari," ucapnya.
Menurut Markus, penurunan lama tinggal ini tidak hanya terjadi di Bantul, tetapi juga di wilayah DIY secara umum. Ia menyebut pola perjalanan wisatawan sangat dipengaruhi momentum liburan. "Pengaruh pelarangan studi tour dari berbagai wilayah memang sangat terasa di tahun ini dan berdampak pada lama tinggal," katanya.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo menambahkan, lama tinggal wisatawan tidak hanya bergantung pada event wisata semata, tetapi juga momentum libur panjang. "Wisatawan domestik biasanya cenderung bepergian saat libur Lebaran atau libur sekolah, sedangkan wisatawan mancanegara menyesuaikan musim di negaranya,” ujarnya.
Hendra menilai perlunya strategi promosi yang lebih kreatif agar wisatawan tidak sekadar singgah, tetapi betah memperpanjang liburannya di Bantul. Ia mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah untuk menciptakan daya tarik yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti rendahnya tingkat okupansi hotel yang dipengaruhi maraknya penginapan tidak resmi di wilayah ini. Kondisi itu menurutnya, berdampak pada validitas data lama tinggal wisatawan. “Banyak wisatawan memilih penginapan yang tidak tercatat dalam sistem resmi, sehingga data menjadi tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi lapangan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.