Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Pedagang cabai tengah menunggu pembeli di Pasar Bantul, Jumat (12/12/2025). Harga cabai rawit merah cenderung fluktuatif di wilayah Bantul dengan rata-rata Rp81.000 per kg.
Harianjogja.com, BANTUL—Harga cabai di pasar tradisional Bantul turun dalam beberapa hari terakhir, tetapi penjualan tetap lesu karena daya beli masyarakat rendah.
Hadiyah, pedagang di Pasar Bantul, menyebut harga cabai rawit merah di lapaknya sempat menanjak menjadi Rp85.000 per kilogram (kg), tapi kini turun menjadi Rp70.000 per kg. Sementara cabai merah keriting juga bergerak turun dari Rp75.000 per kg menjadi Rp60.000 per kg.
“Stok banyak, tapi yang beli kurang. Harga segitu ya masih tinggi, pembeli jadi beli tidak banyak, hanya Rp5.000 atau Rp10.000,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Ia mengaku kini hanya berani menyetok sekitar tiga kilogram cabai karena sepi pembeli. “Paling tinggi ya sempat Rp85.000 per kg,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Dasimen, juga merasakan hal serupa. Ia menyebut cabai rawit merah saat ini dijualnya Rp80.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat tembus Rp100.000 per kg. Sementara harga cabai merah keriting naik tipis yang dijualnya dari Rp60.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg.
“Pembeli mengeluh, saya juga jualnya susah karena mahal,” ucapnya.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan harga cabai memang naik turun sejak beberapa waktu ini. Menurutnya, empat hari terakhir harga cabai merah berada di kisaran Rp81.000 per kg, turun dari awal pekan ini yang mendekati Rp87.000 per kg. Cabai rawit hijau juga turun dari Rp67.000 per kg menjadi sekitar Rp60.000 per kg.
“Hari ini justru cenderung turun dibanding dua hari kemarin. Namun memang harganya masih naik-turun,” jelasnya.
Untuk cabai merah keriting, DKUKMPP mencatat harga di angka Rp68.300 per kg setelah dua hari sebelumnya sempat berada pada kisaran Rp75.600 per kg. Meski harga belum stabil, Prapta memastikan stok cabai di beberapa pasar masih tersedia. Namun ia mengakui cabai merah besar mulai sulit ditemukan di sejumlah titik.
“Ada pasar yang masih ada, ada yang kosong. Namun untuk komoditas lain, terutama barang pabrikan seperti gas, menjelang Nataru stok aman,” katanya.
Ia menyebut bahwa komoditas cabai tidak memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga sepenuhnya bergerak mengikuti mekanisme pasar. Ia berharap panen dari sentra produksi tetap berlanjut dalam beberapa hari ke depan agar suplai terjaga. “Karena hortikultura itu sifatnya cepat rusak. Kalau tidak ada panen, stok cepat menipis,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.