Kemarau Panjang di Bantul, Kolam Ikan Mulai Mengering
Kemarau panjang di Bantul menyebabkan kolam ikan mengering. Pembudidaya menghentikan produksi akibat minimnya pasokan air selama lebih dari dua bulan.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Inspektorat Kabupaten Bantul mengaudit dugaan penyelewengan APBKal Wonokromo, Kapanewon Pleret, yang melibatkan bendahara kalurahan, berinisial S. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Inspektur Inspektorat Bantul, Trisna Manurung, mengatakan proses audit dimulai setelah adanya laporan yang justru berasal dari lurah setempat. Pemeriksaan intensif telah dimulai sejak laporan masuk pada November lalu.
“Pemeriksaan sudah kami mulai sejak masuknya laporan ke kami pada bulan November lalu. Sejumlah saksi dari perangkat kalurahan juga sudah kami undang,” katanya, Senin (15/12/2025).
Menurut Trisna, saksi yang diperiksa berasal dari unsur perangkat, termasuk lurah dan pihak yang berkaitan dengan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKUD). Total sekitar tujuh orang saksi dipanggil. Hasil audit ditargetkan rampung paling lambat pekan depan.
“Dugaannya penyelewengan, tapi kami tidak bisa menyimpulkan sebelum ada bukti. Ini masih kami dalami, termasuk menelusuri SPJ dan kesesuaian antara laporan dengan kondisi riil,” ujarnya.
Audit ini mencakup penggunaan dana APBKal tahun berjalan, termasuk dana yang bersumber dari APBD dan Alokasi Dana Desa (ADD). Trisna mengungkapkan indikasi nilai kerugian sementara berada di kisaran miliaran rupiah, tetapi dia belum bisa merinci jumlah pastinya.
“Secara makro mungkin miliaran, tapi jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan,” katanya.
Ia menjelaskan, modus yang didalami bukan terkait program fiktif, melainkan dugaan pengeluaran yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Modusnya, dana sudah dicairkan dari kas kalurahan, tetapi belum diserahkan kepada pihak ketiga yang berhak menerima.
“Ini yang kami konfirmasi antara saksi-saksi dan pihak terduga,” imbuhnya.
Sikap Kooperatif Kalurahan
Lurah Wonokromo, Machrus Hanafi, membenarkan adanya proses pemeriksaan oleh Inspektorat. Ia menyatakan pihak kalurahan kooperatif mengikuti seluruh tahapan audit.
“Kami sedang menjalani proses pemeriksaan. Untuk detail kronologi belum bisa kami sampaikan karena masih berjalan,” ujarnya.
Machrus menyebut terduga pelaku (bendahara berinisial S) juga sudah diberhentikan per 8 Desember lalu, dan jabatan tersebut telah diisi oleh pejabat baru. Dirinya juga tidak merinci jumlah program maupun kegiatan yang terdampak karena masih dalam tahap identifikasi audit.
"Kami fokus ke pemeriksaan dari Inspektorat dulu nanti kalau sudah selesai akan kami jelaskan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Bantul menyebabkan kolam ikan mengering. Pembudidaya menghentikan produksi akibat minimnya pasokan air selama lebih dari dua bulan.
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.
Program kompor listrik gratis untuk rumah tangga masuk RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pengurangan subsidi energi dan impor LPG.
Target PAD retribusi parkir Kulonprogo naik menjadi Rp1,187 miliar pada 2026. Dishub optimistis tercapai dengan sistem kontrak pengelolaan parkir.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Pergerakan wisatawan Kota Jogja mencapai 51.436 orang per hari pada 2026. Malioboro masih menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi.