Advertisement
Kulonprogo Selalu Surplus Perolehan Padi Meskipun Dilanda Kerusakan
Ilustrasi panen padi - ist - ngawikab.go.id
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kabupaten Kulonprogo memastikan ketahanan pangan daerah, khususnya padi, tetap aman dan surplus untuk tahun 2025. Meskipun sempat terdampak cuaca ekstrem, produksi padi secara keseluruhan tidak terganggu signifikan.
Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dispertapang Kulonprogo, Wazan Mudzakir, menegaskan Kulonprogo selalu surplus pangan, bukan hanya swasembada.
Advertisement
“Produksi beras di Kulonprogo tercatat jauh melampaui konsumsi beras per kapita penduduk setempat,” katanya, Minggu (11/1/2026).
Beberapa lahan sempat terdampak banjir. Awalnya sekitar 2.800 hektar teridentifikasi terkena dampak, tetapi pengamatan intensif selama empat hari menunjukkan hanya 7 hektar yang gagal panen permanen.
BACA JUGA
Wazan menegaskan, kerusakan tersebut tidak memengaruhi ketersediaan padi di tingkat kabupaten. Sisa lahan lainnya sudah pulih dan siap kembali berproduksi.
Selain aman untuk kebutuhan lokal, distribusi beras Kulonprogo juga terbuka bagi daerah lain. Wazan menambahkan, petani boleh menjual hasil panen ke pedagang luar daerah, atau penggilingan lokal mengambil pasokan dari luar daerah, selama harga sesuai harapan petani.
“Itu hal yang lumrah dan wajar dalam sistem produksi beras di Indonesia,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




