Kulonprogo Terancam Langgar Aturan Belanja Pegawai 30 Persen pada 2027
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak
Jembatan - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO — Jembatan penghubung Sentolo–Nanggulan ambles akibat usia bangunan dan luapan Sungai Papah. Pemkab Kulonprogo menargetkan jembatan darurat segera beroperasi demi kelancaran aktivitas warga jelang panen.
Kerusakan infrastruktur ini diduga akibat faktor usia bangunan yang sudah tua, diperparah dengan guyuran hujan deras serta luapan anak Sungai Papah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin (12/1/2026).
Saat ini, area jembatan telah diamankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo guna mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas.
Instruksi Pembangunan Jembatan Sementara
Dalam tinjauannya, Bupati Agung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk segera membangun jembatan darurat. Hal ini dilakukan agar akses ekonomi masyarakat tidak terputus terlalu lama.
"Mulai besok pagi, sudah bisa kita eksekusi untuk pengangkatan jembatan yang ambles agar kerusakan tidak semakin melebar," tegas Agung di hadapan awak media.
Ia menambahkan, jembatan sementara ini diprioritaskan agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, khususnya pengangkut hasil tani. "Jembatan ini adalah akses terdekat untuk mendukung mobilitas ketahanan pangan. Mengingat wilayah ini segera memasuki masa panen, perputaran ekonomi harus tetap berjalan normal," lanjutnya.
Sampah Menumpuk di Fondasi Jembatan
Selain faktor usia, penumpukan sampah di fondasi jembatan juga dinilai menjadi penyebab terhambatnya arus air sungai yang memicu tekanan pada konstruksi. Terkait hal ini, Bupati mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah apa pun di kawasan sungai agar kejadian serupa tidak terulang," pesan Agung.
Harapan Warga Menjelang Panen
Amblesnya jembatan memaksa warga memutar ke jalur yang lebih jauh dan memakan waktu. Mathias, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, menyebutkan bahwa warga setempat sempat bergotong royong membangun jembatan kayu sementara untuk pejalan kaki.
"Harapan saya, jembatan permanen atau darurat bisa segera dilalui. Mayoritas masyarakat di sini adalah petani dan saat ini sudah mau panen. Kami butuh akses cepat untuk mengangkut hasil tani," pungkas Mathias.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick