Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan wilayah DIY akan diguyur hujan pada Sabtu (17/1/2026), dengan Kota Yogyakarta berpotensi mengalami hujan lebat dan Sleman hujan disertai petir.
BMKG memprakirakan hujan sedang akan terjadi di Kabupaten Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Sementara itu, intensitas hujan di Kota Jogja diperkirakan lebih tinggi dibanding wilayah lain, sehingga masyarakat diimbau mewaspadai genangan air.
Rentang suhu udara di DIY berada di kisaran 23 hingga 30 derajat Celcius. Kondisi atmosfer yang lembap turut meningkatkan potensi hujan merata di wilayah DIY sejak pagi hingga malam hari.
Berikut adalah prakiraan cuaca secara detail pada lima kabupaten dan kota pada Sabtu 17 Januari 2026:
Hujan Sedang (suhu 23-29 derajat celcius).
Hujan Sedang (suhu 23-30 derajat celcius).
Hujan Lebat (suhu 23-29 derajat celcius).
Hujan Petir (suhu 23-28 derajat celcius).
Hujan Sedang (suhu 23-30 derajat celcius).
Dengan potensi hujan lebat dan petir, warga diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan serta terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.