Advertisement

BPPTKG Teliti Tanah Ambles di Panggang, Warga Diminta Waspada

David Kurniawan
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:17 WIB
Sunartono
BPPTKG Teliti Tanah Ambles di Panggang, Warga Diminta Waspada BPPTKG DIY meneliti tanah ambles di Panggang Gunungkidul menggunakan geolistrik dan drone lidar sebagai dasar penanganan dan mitigasi bencana. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY melakukan kajian geologi atas peristiwa tanah ambles yang terjadi di rumah warga Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Selasa (20/1/2026). Hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar penanganan dan mitigasi kebencanaan di lokasi terdampak.

Peneliti Ahli Pratama BPPTKG DIY Ilham Nurdin mengatakan, tim melakukan pemetaan kondisi tanah di rumah milik Sujanto dengan memadukan teknologi bawah permukaan dan pemotretan udara. Metode tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai struktur tanah dan potensi risiko lanjutan.

Advertisement

Menurut Ilham, pemetaan bawah permukaan dilakukan menggunakan teknologi geolistrik guna mengetahui ukuran lubang serta kondisi rongga tanah di lokasi amblesan. Analisis ini penting untuk mengidentifikasi kemungkinan perluasan rongga yang masih tersembunyi di bawah bangunan.

“Pemetaan geolistrik dilakukan untuk mengetahui seberapa besar rongga tanah dan potensi perkembangan amblesan di sekitar lokasi kejadian,” ujar Ilham kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, tim BPPTKG juga melakukan pemotretan dari udara menggunakan drone berbasis teknologi lidar. Ilham menjelaskan, teknologi ini memungkinkan pemetaan kondisi geografis secara detail tanpa terhalang vegetasi di sekitar lokasi.

“Data dari pemetaan bawah tanah dan udara akan kami gabungkan. Hasil kajian tersebut akan menjadi rujukan dalam penanganan tanah ambles di lokasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar rumah yang mengalami amblesan. Ia menyebut pihaknya masih menunggu hasil kajian BPPTKG sebelum menentukan langkah penanganan lanjutan.

“Sebelum hasil kajian selesai, kami meminta warga tetap berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lokasi tanah ambles,” ujarnya.

Dukuh Bolang Sukirjo mengatakan, tidak ada yang mengetahui secara pasti waktu terjadinya tanah ambles di dalam rumah Sujanto. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB saat pemilik rumah membersihkan area bangunan.

Ia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah setempat beberapa waktu sebelumnya. Dari hasil pengecekan, ditemukan rongga besar di bawah pondasi rumah hingga area dapur.

“Dari pondasi terlihat ada lubang dan rongga cukup besar. Setelah dicek, lebarnya sekitar enam meter dengan panjang empat meter dan kedalaman kurang lebih tiga meter,” kata Sukirjo kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Akibat kejadian tersebut, Sujanto bersama empat anggota keluarganya memilih mengungsi sementara ke rumah orang tua yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi. Langkah ini diambil karena kekhawatiran adanya amblesan susulan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Risikonya masih tinggi jika terjadi amblesan lanjutan, sehingga pemilik rumah memilih untuk mengungsi sementara,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Perpres Ojol Masih Digodok, Cari Titik Adil PengemudiAplikator

Perpres Ojol Masih Digodok, Cari Titik Adil PengemudiAplikator

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement