Advertisement
Pakar Dua Negara Kupas Strategi Peternakan Unggas Berkelanjutan
UMBY gelar kuliah internasional bersama Capiz State University Filipina, bahas nutrisi broiler dan unggas lokal berkelanjutan. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pakar dari dua negara membahas terkait strategi peternakan unggas berkelanjutan dalam International Collaboration Lecture on Animal Science yang digelar Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Capiz State University (CAPSU) Filipina.
Kuliah kolaborasi internasional yang mempertemukan dosen dan mahasiswa lintas negara. Berlangsung secara hybrid di Conference Room Dumarao Satellite College, CAPSU, dengan partisipasi aktif sivitas akademika dari kedua perguruan tinggi, Selasa (13/1/2026).
Advertisement
Dosen Program Studi Peternakan UMBY, Noor Rizky Irmasari Hasibuan, hadir sebagai pemateri dengan topik “Improving Nutrient Utilization in Broiler: The Role of Bile Acids”. Ia mengulas peran asam empedu dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada ayam broiler.
“Asam empedu memiliki fungsi penting dalam pencernaan dan penyerapan lemak, sehingga berdampak pada ketersediaan energi, laju pertumbuhan ayam broiler, dan perbaikan feed conversion ratio (FCR),” papar Irmasari.
BACA JUGA
Menurutnya, penerapan pendekatan nutrisi berbasis sains sangat diperlukan untuk menjaga produktivitas ternak secara optimal, terutama di tengah tantangan efisiensi pakan dan tingginya biaya produksi di sektor peternakan.
Dari pihak CAPSU, dosen Maryneth B. Barrios menyampaikan materi berjudul “Darag Native Chicken: A Resilient Poultry Breed for Smart and Sustainable Agriculture”. Ia memperkenalkan ayam Darag, unggas lokal khas Filipina yang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap lingkungan tropis serta kemampuan adaptasi yang baik.
Barrios menilai pengembangan unggas lokal seperti ayam Darag penting untuk mendukung ketahanan pangan, pelestarian keanekaragaman hayati, serta penguatan ekonomi peternak lokal melalui sistem pertanian yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi UMBY, khususnya dalam pengembangan ilmu peternakan. Forum akademik tersebut dimanfaatkan sebagai sarana berbagi pengetahuan, pengalaman riset, serta sudut pandang global mengenai sistem peternakan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi lokal.
Ketua Program Studi Peternakan UMBY, Niken Astuti, menyebut kolaborasi lintas negara ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami dinamika peternakan di tingkat regional Asia Tenggara.
“Wawasan global seperti ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar siap bersaing dan berkontribusi di dunia kerja maupun industri peternakan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang PP, Senin 26 Januari 2026
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- DPUPKP Bantul Alokasikan Rp65 Miliar untuk Jalan dan Jembatan 2026
- Top Ten News Harianjogja.com, Minggu 25 Januari 2026
- Pameran Pangastho Aji Keraton Jogja Ditutup Meriah dengan Tari Klasik
- PSIM vs Persebaya di SSA Minggu Ini, Polres Bantul Perketat Pengamanan
- Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen
Advertisement
Advertisement



