Rubino Tenggelam di Pantai Kesirat, Tim SAR Sisir Laut dan Darat
Nelayan 65 tahun, Rubino, tenggelam di Pantai Kesirat Gunungkidul. Hingga Minggu pagi, pencarian lewat laut dan darat belum membuahkan hasil.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemangkasan belanja daerah berdampak langsung pada skema pengembangan aparatur sipil negara (ASN) di Bantul, seusai Pemerintah Kabupaten Bantul memutuskan tidak mengalokasikan anggaran beasiswa ASN pada 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Triyanto, menyatakan program beasiswa ASN tahun ini tidak tersedia. “Untuk beasiswa ASN tahun ini memang tidak ada. Salah satu faktornya efisiensi anggaran,” ujarnya, Kamis (21/1/2026).
Meski skema beasiswa dihentikan, Pemkab Bantul memastikan pengembangan kompetensi ASN tetap berjalan melalui jalur lain. Pemerintah daerah masih menganggarkan peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan, uji kompetensi, serta kerja sama dengan pihak luar, termasuk donor.
“Pengembangan potensi tidak harus melalui sekolah formal. Pelatihan-pelatihan tetap kami anggarkan,” kata Triyanto.
Ia menambahkan, pemetaan kebutuhan kompetensi ASN terus dilakukan untuk menentukan bidang-bidang yang paling mendesak. Penyesuaian anggaran disusun berdasarkan prioritas kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.
“Tahun lalu memang ada anggaran beasiswa ASN besarannya saya lupa, dianggarkan pada APBD perubahan. Namun saya lupa besarannya,” jelas dia.
Kepala BKPSDM Bantul Reni Mariastuti mendorong ASN tidak hanya bergantung pada beasiswa daerah untuk meningkatkan kompetensi. “ASN bisa mencari alternatif lain, baik pendidikan lanjutan maupun pelatihan,” ujarnya.
Sebagai penguatan, BKPSDM Bantul mengembangkan Bantul Corporate University sebagai wadah pembelajaran terintegrasi berbasis daring. Platform ini telah diluncurkan dan mulai berjalan tahun ini, dilengkapi Learning Management System (LMS) dan Knowledge Management System (KMS). ASN dapat belajar mandiri, mengikuti post-test, dan memperoleh sertifikat.
“Sertifikat itu akan terintegrasi dengan data kompetensi ASN dan berpengaruh pada manajemen talenta, termasuk penilaian kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, dan integritas,” jelas Reni, yang menyebut sistem ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan ASN Bantul di tengah keterbatasan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan 65 tahun, Rubino, tenggelam di Pantai Kesirat Gunungkidul. Hingga Minggu pagi, pencarian lewat laut dan darat belum membuahkan hasil.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.