SPMB Bantul 2026: Jalur Prestasi Khusus Sepi Peminat di Sejumlah SMP
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemangkasan belanja daerah berdampak langsung pada skema pengembangan aparatur sipil negara (ASN) di Bantul, seusai Pemerintah Kabupaten Bantul memutuskan tidak mengalokasikan anggaran beasiswa ASN pada 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Triyanto, menyatakan program beasiswa ASN tahun ini tidak tersedia. “Untuk beasiswa ASN tahun ini memang tidak ada. Salah satu faktornya efisiensi anggaran,” ujarnya, Kamis (21/1/2026).
Meski skema beasiswa dihentikan, Pemkab Bantul memastikan pengembangan kompetensi ASN tetap berjalan melalui jalur lain. Pemerintah daerah masih menganggarkan peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan, uji kompetensi, serta kerja sama dengan pihak luar, termasuk donor.
“Pengembangan potensi tidak harus melalui sekolah formal. Pelatihan-pelatihan tetap kami anggarkan,” kata Triyanto.
Ia menambahkan, pemetaan kebutuhan kompetensi ASN terus dilakukan untuk menentukan bidang-bidang yang paling mendesak. Penyesuaian anggaran disusun berdasarkan prioritas kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.
“Tahun lalu memang ada anggaran beasiswa ASN besarannya saya lupa, dianggarkan pada APBD perubahan. Namun saya lupa besarannya,” jelas dia.
Kepala BKPSDM Bantul Reni Mariastuti mendorong ASN tidak hanya bergantung pada beasiswa daerah untuk meningkatkan kompetensi. “ASN bisa mencari alternatif lain, baik pendidikan lanjutan maupun pelatihan,” ujarnya.
Sebagai penguatan, BKPSDM Bantul mengembangkan Bantul Corporate University sebagai wadah pembelajaran terintegrasi berbasis daring. Platform ini telah diluncurkan dan mulai berjalan tahun ini, dilengkapi Learning Management System (LMS) dan Knowledge Management System (KMS). ASN dapat belajar mandiri, mengikuti post-test, dan memperoleh sertifikat.
“Sertifikat itu akan terintegrasi dengan data kompetensi ASN dan berpengaruh pada manajemen talenta, termasuk penilaian kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, dan integritas,” jelas Reni, yang menyebut sistem ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan ASN Bantul di tengah keterbatasan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Grab resmi turunkan potongan ojol jadi 8 persen mulai 1 Juli 2026, sejalan aturan Presiden Prabowo untuk tingkatkan pendapatan driver.
KPK kembali periksa Hilman Latief dalam kasus korupsi kuota haji dengan potensi kerugian negara Rp622 miliar.
Khusanov jadi sorotan usai gagalkan peluang Ronaldo di Piala Dunia, meski Uzbekistan kalah dari Portugal.
Ariana Grande salurkan bantuan darurat untuk 183 ribu anak Gaza lewat yayasan barunya. Save the Children UK ucapkan terima kasih atas dukungan nyata!
Kesiapan pribadi disebut lebih menentukan keputusan pria menikah dibanding pasangan, dipengaruhi stabilitas hidup dan kondisi emosional.