Advertisement

Angin Kencang Terjang DIY, BPBD Catat 2 Warga Sleman Meninggal Dunia

Abdul Hamied Razak
Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Angin Kencang Terjang DIY, BPBD Catat 2 Warga Sleman Meninggal Dunia Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. - ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Jumat (23/1/2026) malam hingga Sabtu (24/1/2026) siang. Dampak paling serius terjadi di Kabupaten Sleman dengan laporan dua korban jiwa serta puluhan titik kerusakan akibat pohon tumbang dan gangguan infrastruktur.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 12.30 WIB menyebutkan, fenomena ini dipicu aktivitas angin kencang di lapisan udara atas 925 mb atau sekitar 762 meter di wilayah Jawa. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 10–45 knot atau setara 18–83 kilometer per jam, yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia.

Advertisement

Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan dampak paling luas. BPBD mencatat 29 titik kejadian yang tersebar di lima kapanewon, yakni Cangkringan, Pakem, Turi, Sleman, dan Depok. Dampak yang ditimbulkan meliputi dua korban jiwa, 32 pohon tumbang, 11 akses jalan terganggu, 11 jaringan listrik mengalami kerusakan, 10 rumah rusak, serta satu kendaraan terdampak.

Di Kota Jogja, angin kencang dilaporkan terjadi di tujuh titik yang tersebar di enam kemantren, antara lain Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, dan Gedongtengen. Dampak yang ditimbulkan berupa enam pohon tumbang, satu tempat usaha terdampak, serta satu menara atau tower mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kabupaten Bantul melaporkan satu kejadian angin kencang di Kapanewon Banguntapan dengan dampak satu pohon tumbang. Adapun Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul hingga laporan ini disusun tidak mencatat adanya kejadian cuaca ekstrem.

BPBD DIY menyebutkan, penanganan kejadian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, BPBD kabupaten/kota se-DIY, Kampung Tangguh Bencana (KTB), TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan dan kapanewon, PLN, komunitas relawan penanggulangan bencana, serta masyarakat.

“Upaya yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, penanganan darurat, serta koordinasi dengan pihak terkait,” demikian keterangan dalam laporan Pusdalops PB BPBD DIY.

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan jaringan listrik, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD. Data dalam laporan ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat

Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat

News
| Sabtu, 24 Januari 2026, 16:47 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement