Advertisement

Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut

Catur Dwi Janati
Senin, 26 Januari 2026 - 15:07 WIB
Maya Herawati
Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut Foto ilustrasi jambret, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Proses hukum kasus kecelakaan lalu lintas yang menjerat Hogi, suami yang berupaya menghentikan aksi penjambretan, kini memasuki tahapan Restorative Justice, ditandai dengan dilepasnya alat pengawasan GPS yang sebelumnya terpasang di pergelangan kakinya.

Perkembangan tersebut memberi ruang kelegaan bagi Hogi setelah sempat ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan kota dengan pengawasan elektronik, menyusul insiden yang terjadi saat ia berusaha menghentikan dua penjambret.

Advertisement

Ditemui di Kejaksaan Negeri Sleman, Hogi menyampaikan rasa leganya atas proses Restorative Justice yang tengah berjalan bersamaan dengan pelepasan alat GPS.

"Alhamdulillah sudah agak lega dengan Restorative Justice seperti ini. Mungkin kedepannya lebih lega lagi," ujar Hogi, Senin (26/1/2026).

Rasa lega serupa juga disampaikan sang istri, Arsita, yang menilai pelepasan alat pengawasan elektronik tersebut menjadi titik terang dalam proses hukum yang dihadapi suaminya.

"Alhamdulillah [sudah sedikit lega], alhamdulillah sudah dilepas GPS-nya. Alhamdulillah sudah lega," tandasnya.

Arsita berharap proses hukum ini dapat segera diselesaikan melalui Restorative Justice, sehingga suaminya dapat memperoleh kebebasan penuh sebagaimana harapan keluarga sejak awal perkara bergulir.

"Harapan saya semoga ini segera selesai, yang kami inginkan dari pertama kan terutama kebebasan suami saya dan semoga ini segera tercapai dan ini yang paling penting, paling utama itu," tegasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto menjelaskan, pemasangan GPS sebelumnya dilakukan karena Hogi menjalani status penahanan kota sesuai prosedur standar operasional yang berlaku.

"Jadi yang bersangkutan memang dilakukan penahanan kota terhadap yang bersangkutan, makanya kami pasangi alat pengawasan elektronik, detection kit. Hanya ya itu kan merupakan SOP seperti itu," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pemerintah Siapkan Tim Terpadu Tangani Banjir Pulau Jawa

Pemerintah Siapkan Tim Terpadu Tangani Banjir Pulau Jawa

News
| Senin, 26 Januari 2026, 17:27 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement