Advertisement
Relokasi SDN Nglarang Terdampak Tol Jogja-Solo Segera Dievaluasi
Suasana SDN Nglarang yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman pada Selasa (14/10/2025). - Harian Jogja / - Catur Dwi Janati.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses relokasi SD Negeri Nglarang yang terdampak pembangunan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo–Junction Sleman terus bergulir. Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan perkembangan terbaru relokasi sekolah tersebut akan segera dievaluasi dalam waktu dekat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, mengatakan evaluasi dan peninjauan progres relokasi SDN Nglarang dijadwalkan dilakukan mulai awal pekan depan.
Advertisement
“SDN Nglarang ini Senin besok akan saya evaluasi, review perkembangannya,” kata Agung pada Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan fisik sekolah baru belum dimulai karena masih berada pada tahap perhitungan teknis dan penyesuaian ulang siteplan lokasi relokasi.
BACA JUGA
“Belum [dibangun], baru karena baru proses hitung-hitung, reposisi siteplan dan lain sebagainya,” tandasnya.
Meski demikian, Agung memastikan lokasi lahan pengganti untuk relokasi SDN Nglarang telah ditentukan. Ia menegaskan lahan tersebut tidak termasuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Sudah ada lahan tapi ini sedang di-review tentang pembiayaannya Senin. Ya kira-kira itu [bukan LSD dan LP2B],” ujarnya.
Sebelumnya, Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo–Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan bahwa dari sisi pertanahan telah disepakati adanya penggantian calon lokasi pembangunan SDN Nglarang yang terdampak proyek tol.
Ia menjelaskan, lokasi awal yang sempat direncanakan untuk relokasi sekolah berstatus LSD dan LP2B sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan. Kondisi tersebut menjadi alasan utama pemindahan calon lokasi relokasi SDN Nglarang.
“Jadi sesuai dengan keputusan yang difasilitasi oleh Pemkab Sleman, antara Jasa Marga dan Dinas Pendidikan, kemudian dari pihak desa, itu sudah disepakati sekarang untuk SD Nglarang itu relokasinya diganti tempatnya,” terang Agung pada Senin (12/1/2026).
“Berpindah tempatnya disesuaikan dengan tempat baru yang secara perizinan terpenuhi semuanya. Jadi memang peruntukannya bisa masuk untuk SD, walaupun secara statusnya sama-sama Sultan Ground,” imbuhnya.
Agung Murhandjanto menambahkan, siteplan relokasi SDN Nglarang sejatinya telah rampung dan diverifikasi bersama pihak desa serta sekolah. Namun, dalam proses verifikasi tersebut muncul sejumlah masukan yang perlu ditindaklanjuti.
Ia menyebutkan, masukan tersebut berkaitan dengan penyesuaian tata letak ruangan agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional sekolah. Saat ini, siteplan hasil revisi sedang diproses dan diserahkan ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman.
“Sudah diverifikasi desa dan dengan pihak sekolah. Nah, terus ada berapa permintaan tentang mungkin tata letak ruangan yang lebih pas, cuma itu saja. Sekarang posisinya ada di Dispertaru Sleman siteplan-nya itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan masukan dari pihak desa dan sekolah mayoritas berkaitan dengan penempatan ruang-ruang strategis, seperti gudang dan laboratorium, yang dinilai perlu mempertimbangkan aspek keamanan aset sekolah.
“Mungkin karena lebih strategis, misalnya gudang atau lab itu harus ditempatkan di mana untuk dari segi keamanan, kan di situ ada aset-aset komputer dan yang lain-lain, itu kan lebih pasnya di mana. Secara prinsip [siteplan] oke, tapi cuma geser-geser tempat saja,” jelasnya.
Sambil menunggu proses revisi siteplan rampung, kontraktor pelaksana proyek akan mulai melakukan survei serta pengukuran lahan di lokasi relokasi sekolah. Pengukuran tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan ini hingga pekan depan.
“Kalau pengukuran minggu ini sama minggu depan. Kami pastikan fix batas-batasnya [lahan]. Kemudian nanti kan kami juga ada semacam laporan dari internal kami tentang hasil itu,” ungkapnya.
Karena terjadi pergantian lokasi, pengukuran ulang lahan perlu dilakukan menggunakan alat theodolite guna memastikan batas lahan dan elevasi tanah secara presisi. Setelah pengukuran selesai, kontraktor baru akan melanjutkan ke tahap pengurukan atau penimbunan lahan jika diperlukan untuk menyesuaikan kondisi tapak.
Secara keseluruhan, Agung menegaskan pembangunan sekolah baru hasil relokasi tersebut akan tetap mengakomodasi seluruh fasilitas yang sebelumnya tersedia di gedung SDN Nglarang lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polsek Cilandak Selidiki Dugaan Rekayasa BAP oleh Oknum Polisi
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



