Advertisement
Fokus Pendidikan Anak, Yayasan TCKN Pastikan Sesuai Prosedur Hukum
Yayasan TCKN menegaskan operasional The Liliput World Montessori Jogja taat hukum, aman, transparan, dan menghormati proses peradilan. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN), pengelola Lembaga Pendidikan The Liliput World Montessori Jogja, menegaskan bahwa seluruh aktivitas pendidikan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan profesional pada proses pembelajaran hingga pemanfaatan fasilitas gedung demi menjamin keamanan siswa serta rasa aman bagi orang tua.
Dalam menjalankan operasional yayasan, TCKN memastikan seluruh tahapan pengelolaan lembaga pendidikan berada dalam pendampingan tenaga ahli. Ketua Yayasan TCKN, Crista Trirahayu, menyebut yayasan secara aktif bekerja sama dengan konsultan legal, konsultan pajak, serta auditor bangunan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Advertisement
"Apa pun yang kita lakukan di yayasan ini memang sesuai kaidah hukum yang ada. Kita ikuti semua aturan hukum, dan tentunya untuk sekolah kita pastikan itu aman untuk anak-anak," ujar Crista saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat.
Pengawasan terhadap aspek fisik bangunan menjadi perhatian serius yayasan. Crista menjelaskan, pihaknya secara mandiri menyewa auditor bangunan (building auditor) guna memastikan kelayakan gedung sesuai dengan Berita Acara Serah Terima (BAST), sekaligus mengantisipasi potensi risiko yang dapat membahayakan peserta didik.
BACA JUGA
"Kita sendiri yang hire [auditor] untuk memastikan apakah ini memang sesuai BAST. Jika ada hal-hal yang perlu diperhatikan, segera kita lakukan untuk memastikan itu aman," imbuhnya.
Tidak hanya aspek keamanan, yayasan juga memperhatikan kenyamanan orang tua siswa. Salah satu fasilitas pendukung yang disediakan adalah area kantin, sehingga orang tua tidak perlu menunggu di luar gedung saat cuaca panas maupun hujan.
Di tengah beredarnya sejumlah isu, kepercayaan orang tua terhadap Yayasan Liliput justru menunjukkan peningkatan. Crista mengungkapkan bahwa jumlah siswa mengalami lonjakan signifikan sejak sekolah berpindah ke lokasi baru.
"Animo parents luar biasa. Peningkatannya mencapai 100 persen lebih. Dari yang awalnya di Joglo sekitar 50-an siswa, sekarang sudah mencapai 156 siswa," ungkapnya.
Hormati Proses Hukum
Menanggapi isu hukum yang berkembang, Crista menegaskan bahwa yayasan memilih bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyebut tim legal yayasan bekerja secara kolektif dan profesional dalam menyikapi setiap persoalan.
"Kami yayasan pendidikan dan sosial, kami menghargai proses hukum dan mengikuti semua kaidah. Kami ingin teman-teman media memiliki dua sudut pandang [point of view] yang berimbang. Kami tidak miring-miring, kami lurus-lurus saja," tegasnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kuasa Hukum Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara, Riandy Aryani, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan hukum yang melibatkan yayasan sepenuhnya ditempatkan dalam forum peradilan. Saat ini, perkara tersebut tengah berproses di Pengadilan Negeri Sleman.
“Permasalahan antara Yayasan TCKN dan pihak lain saat ini sudah masuk dan sedang berjalan dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri Sleman. Kami menghormati sepenuhnya kewenangan lembaga peradilan untuk menilai dan memutus perkara ini,” ujar Riandy.
Riandy menambahkan, yayasan menolak pembentukan opini publik yang berpotensi mendahului putusan hakim. Ia menilai sejumlah narasi yang beredar sebelumnya tidak mencerminkan keseluruhan fakta dan posisi hukum yayasan secara utuh, sehingga berpotensi menyesatkan persepsi publik.
“Kami perlu menegaskan bahwa narasi yang berkembang bersifat sepihak dan subjektif. Pernyataan tersebut tidak menggambarkan kondisi hukum dan fakta secara utuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Awal 2026, Gunungkidul Alami Deflasi 0,17 Persen, Ini Penyebabnya
- Forum ABMF Jogja, ADB Dorong Pembiayaan Berkelanjutan Hadapi Bencana
- Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Rabu 4 Februari 2026 Lengkap
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 4 Februari 2026, Cek Jamnya
- Trump Tahan Opsi Militer ke Iran, Israel Justru Desak Serangan
Advertisement
Advertisement



