Advertisement

Mayoritas Pengusaha Muda Binaan Pemkot Jogja Belum Stabil

Stefani Yulindriani Ria S. R
Sabtu, 07 Februari 2026 - 22:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Mayoritas Pengusaha Muda Binaan Pemkot Jogja Belum Stabil Foto ilustrasi wirausaha, dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGpt

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih menghadapi tantangan dalam mencetak pengusaha muda yang mampu bertahan dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Hingga kini, jumlah pengusaha muda binaan yang telah memiliki usaha stabil masih belum mencapai separuh dari total peserta program.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DPKUKM) Kota Jogja, terdapat sekitar 400 pengusaha muda yang mengikuti program pembinaan. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 10–40 persen yang usahanya dinilai telah stabil.

Advertisement

Kepala DPKUKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menjelaskan ratusan pengusaha muda tersebut telah dibina secara berkelanjutan sejak 2011 hingga 2025. Bentuk pembinaan meliputi pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pengembangan produk dan jaringan pasar.

Meski telah mendapatkan berbagai dukungan, Tri menilai faktor konsistensi dan mental kewirausahaan masih menjadi persoalan utama. Ia mengungkapkan lebih dari 50 persen pengusaha muda binaan belum mampu mempertahankan usahanya hingga benar-benar berkembang.

“Meski sudah memulai usaha, sebagian dari mereka akhirnya meninggalkan jalur wirausaha dan beralih ke pekerjaan formal maupun nonformal,” kata Tri, Sabtu (7/2/2026).

Ia menambahkan, keputusan beralih profesi tersebut tidak lepas dari pengaruh lingkungan sekitar, terutama keluarga. Dalam banyak kasus, pengusaha muda didorong untuk memilih pekerjaan kantoran yang dianggap lebih menjanjikan dan aman.

Padahal, menurut Tri, pengusaha muda di Kota Jogja memiliki ide kreatif dan potensi usaha yang besar. Namun, untuk mencapai kestabilan usaha dibutuhkan proses panjang, ketekunan, serta mental yang kuat dalam menghadapi dinamika bisnis.

Tri juga menyoroti masih adanya pengusaha muda yang menjalankan usaha secara setengah hati. Mereka cenderung hanya mencoba-coba tanpa membangun jejaring yang kuat dengan investor maupun konsumen, sehingga berdampak pada perkembangan usaha yang stagnan.

“Sebagian hanya mencoba-coba sehingga kurang serius membangun jaringan. Hal ini membuat usaha sulit tumbuh,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jogja terus mengintensifkan program pelatihan kewirausahaan bagi pengusaha muda. Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat mental usaha, meningkatkan kompetensi, serta menumbuhkan kegigihan dalam menjalankan bisnis sejak usia dini.

“Kami juga mengedukasi dan mensosialisasikan kewirausahaan di lingkungan sekolah agar semangat berwirausaha bisa ditanamkan sejak awal,” kata Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Menkop Resmikan Produk UMKM HIPMI DIY Masuk Gerai KDKMP

Menkop Resmikan Produk UMKM HIPMI DIY Masuk Gerai KDKMP

News
| Sabtu, 07 Februari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement