Advertisement
Logistik Permakanan BPBD Sleman Habis, Pengadaan Tunggu Instruksi
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman sedang memotong pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025). - ist - BPBD Sleman
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan logistik pangan atau permakanan telah habis sejak Januari 2026. Hingga kini, pengadaan ulang belum dapat dilakukan karena BPBD masih menunggu instruksi belanja dan kepastian alokasi anggaran tahun berjalan.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Tri Tukijo menjelaskan, hingga awal Februari ini pengadaan logistik untuk tahun anggaran 2026 belum terealisasi. BPBD masih menanti keputusan terkait besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk belanja logistik, termasuk kebutuhan permakanan.
Advertisement
“Kami masih menunggu angka belanja dari APBD. Kebutuhan logistik memang luar biasa. Tiga pekan kemarin Sleman dihajar angin kencang, logistik tersedot selama itu,” kata Tri saat dihubungi, Sabtu (7/2/2026).
Meski sempat kehabisan logistik permakanan, BPBD Sleman mendapat dukungan pasokan dari BPBD DIY dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga Family Kit dan Hygine Kit untuk kebutuhan warga terdampak bencana.
BACA JUGA
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyebutkan, BPBD DIY telah menyalurkan bantuan berupa 50 lembar selimut, 42 unit sekop, dua lembar seng, 1.230 masker N95, 16 dus sarung tangan latex (masing-masing dus berisi 100 picis), 14 unit kantong jenazah, serta logistik pangan sebanyak 36 picis.
Sementara itu, BNPB memberikan bantuan hygine kit sebanyak 22 paket, 119 picis matras, 7.250 masker medis, 137 lembar selimut, serta 105 unit geobag. Selain bantuan tersebut, BPBD Sleman masih memiliki cadangan 20 unit sekop.
Bambang membenarkan, cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Bumi Sembada dalam tiga pekan terakhir berdampak signifikan terhadap bangunan dan lingkungan. Bahkan, bencana tersebut menimbulkan korban jiwa.
Menurutnya, angin kencang yang dipengaruhi Siklon Tropis Luana di wilayah barat laut Australia menyebabkan 96 pohon tumbang dan menimpa sejumlah warga. Secara keseluruhan, kejadian tersebut berdampak pada 33 kalurahan di 14 kapanewon dengan total 117 titik kejadian.
“Kerusakan tercatat pada 61 bangunan rusak ringan dan satu bangunan rusak berat. Selain itu, infrastruktur juga terdampak, meliputi jaringan listrik di 18 titik, jaringan telepon di enam titik, enam tempat usaha, satu tower, satu fasilitas umum, serta tiga kandang ternak,” ujarnya.
Dari sisi korban, bencana angin kencang tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat satu orang mengalami luka ringan, empat orang luka sedang, dan satu orang luka berat.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Raden Haris Martapa mengatakan pihaknya belum dapat memastikan ketersediaan logistik ke depan. Namun, ia memastikan proses pengadaan saat ini tengah berjalan.
“Kami sedang proses pengadaan logistik menggunakan APBD Murni Sleman 2026,” kata Haris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Hasto Dukung Gagasan Gentengisasi Prabowo, Bedah 200 Rumah Tahun Ini
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu 7 Februari 2026, Cek di Sini
- Ribuan Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Bupati Sleman Alihkan ke APBD
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 Februari 2026, Lengkap dari Palur-Tugu
- Dinsos Sleman Fasilitasi Puluhan Dokumen Kependudukan Warga Marginal
Advertisement
Advertisement




