Advertisement
Fashion Show Imlek Fusion, Karya Mahasiswa AKS AKK Jogja Tampil Beda
Fashion show Imlek AKS AKK Yogyakarta di Ambarrukmo Plaza tampilkan 38 busana fusion tradisi Tionghoa dan budaya Nusantara. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Fashion show Imlek di Ambarrukmo Plaza (Amplaz) Sleman menjadi panggung unjuk kreativitas mahasiswa Akademi Kesejahteraan Keluarga (AKS) AKK Yogyakarta. Dalam ajang bertema Chinese New Year tersebut, 19 mahasiswa menampilkan 38 busana pria dan wanita dengan konsep fusion yang memadukan tradisi Tionghoa dan budaya Nusantara.
Gelaran yang berlangsung di pusat perbelanjaan ternama di Sleman ini tidak hanya menghadirkan busana bernuansa perayaan Imlek, tetapi juga menonjolkan eksplorasi lintas budaya dari berbagai daerah seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga Papua. Kolaborasi ini menjadi bagian dari mata kuliah Busana Pria dan Tailoring yang dirancang kontekstual dengan momentum perayaan Imlek 2026.
Advertisement
Dosen pendamping Hari Agung Wicaksono mengungkapkan bahwa tema fusion tradisi dipilih secara khusus untuk menghadirkan perspektif baru dalam perayaan Chinese New Year.
"Tema kita adalah fusion tradisi. Jadi menggabungkan antara tradisi Cina dengan tradisi Indonesia dari tiap daerah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga Papua," ujar Hari, Selasa (17/2/2026).
BACA JUGA
Berbeda dari busana Imlek yang identik dengan warna merah, koleksi karya mahasiswa AKS AKK Yogyakarta justru tampil lebih ekspresif melalui palet warna yang variatif dan berani. Hari menjelaskan, mahasiswa melakukan riset mendalam guna merancang siluet yang lebih edgy dan modern sehingga tidak terjebak pada pola konvensional yang selama ini melekat pada busana Imlek.
"Kita memunculkan warna-warna lain seperti biru, putih, gold, hitam, hingga terakota. Jadi tidak selalu merah. Sumber idenya tetap dari budaya Tionghoa yang menyebar di berbagai wilayah Indonesia, lalu disatukan dengan budaya lokal setempat," tambahnya.
Proses Kreatif Tiga Bulan
Untuk menampilkan total 38 busana pria dan wanita dalam fashion show Imlek di Ambarrukmo Plaza ini, mahasiswa membutuhkan waktu persiapan sekitar tiga bulan. Seluruh proses dikerjakan secara mandiri, mulai dari penggalian gagasan melalui mind mapping dan penyusunan moodboard hingga tahap produksi dan penyelesaian detail jahitan.
Konsep yang diusung tidak hanya menyasar busana dewasa, tetapi juga menghadirkan koleksi untuk anak-anak sehingga memperluas segmentasi penonton dan pasar. Menurut Hari, pemilihan tema juga diselaraskan dengan kalender akademik kampus serta momentum event di Ambarrukmo Plaza yang telah menjalin kerja sama dengan kampus selama 1,5 tahun terakhir.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut karena selain mendukung pendidikan, atmosfer di sini sangat mendukung kreativitas mahasiswa," pungkasnya. Ke depan, ajang fashion show Imlek seperti ini diharapkan semakin memperkuat eksistensi mahasiswa AKS AKK Yogyakarta di industri kreatif sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara kampus dan pusat perbelanjaan di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Disdikpora Bantul Usulkan Revitalisasi SD dan SMP ke Pemerintah Pusat
- Efektivitas Program MBG Ramadan Jadi Sorotan Akademisi
- Pemkab Bantul Jamin Biaya Perawatan Korban Bencana Angin Kencang
- Menhub dan Pemda DIY Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026
- Guru SLB di Jogja Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Murid
Advertisement
Advertisement






