Advertisement

Pemkot Jogja Siapkan Wisata Sungai, Pengerukan Dimulai Usai Lebaran

Stefani Yulindriani Ria S. R
Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemkot Jogja Siapkan Wisata Sungai, Pengerukan Dimulai Usai Lebaran Sungai Code di Kota Jogja. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana melanjutkan pengerukan sungai menggunakan alat berat setelah libur Lebaran 2026. Program penataan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga disiapkan untuk menghadirkan destinasi wisata sungai baru di Kota Jogja.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan pengerukan sungai akan dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan, terutama ketika intensitas hujan sudah berkurang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penataan sungai di sejumlah wilayah kota.

Advertisement

“Setelah habis Lebaran, begitu tidak hujan kami akan berlari lagi untuk mengerahkan alat-alat berat ke sungai, seperti Kali Code, Winongo, dan Gajahwong,” katanya, Jumat (13/3/2026).

Menurut Hasto, penataan sungai yang dilakukan Pemkot Jogja tidak semata-mata untuk mengatasi persoalan lingkungan seperti sedimentasi dan kebersihan sungai, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis sungai di Kota Jogja.

“Harapan saya puncaknya ada destinasi wisata sungai yang terkenal di Jogja, yang bisa menjadi viral atau menjadi destinasi baru. Paling tidak satu sampai tiga lokasi yang benar-benar menarik orang datang ke situ,” ujarnya.

Selain fokus pada penataan sungai, Pemkot Jogja juga terus memperkuat pengelolaan lingkungan lain, terutama dalam hal pengelolaan sampah kota. Upaya ini dilakukan agar kualitas lingkungan perkotaan semakin baik sekaligus mendukung berbagai program penataan wilayah.

Hasto menyebut kinerja pengelolaan sampah di Kota Jogja saat ini telah memperoleh nilai tertinggi di wilayah DIY. Meski demikian, Kota Jogja masih belum berhasil meraih penghargaan Adipura karena pengelolaan sampah masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang menggunakan sistem open dumping.

“Kami hanya kurang satu angka untuk mendapatkan Adipura. Salah satu sebabnya karena kita masih membawa sampah ke Piyungan yang masih open dumping,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Iran Ancam Balas Dendam Jika AS Berani Incar Mojtaba Khamenei

Iran Ancam Balas Dendam Jika AS Berani Incar Mojtaba Khamenei

News
| Sabtu, 14 Maret 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul

Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul

Wisata
| Sabtu, 14 Maret 2026, 10:32 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement