Advertisement
Stok Pangan Kota Jogja Melimpah, Aman Hingga Dua Bulan
Foto ilustrasi penyaluran bantuan sembako. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok pangan di wilayahnya berada dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja, pemantauan intensif terus dilakukan guna memastikan distribusi barang tetap lancar meski tekanan permintaan menjelang Lebaran 2026 mulai meningkat secara bertahap.
Ketahanan pangan yang solid ini didukung oleh cadangan komoditas utama, terutama beras, yang jumlahnya jauh melampaui rata-rata konsumsi mingguan warga. Dengan surplus pasokan yang ada, otoritas terkait mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian secara bijak tanpa perlu melakukan aksi borong (panic buying).
Advertisement
“Saat ini ketersediaan beras tercatat sekitar 127.811 ton, sementara kebutuhan mingguan kita berada di angka 3.000 ton. Dengan ketersediaan ini, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan,” tegas Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja, Sri Riswanti, Senin (16/3/2026).
Meskipun volume stok melimpah, fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu mulai terlihat akibat dinamika pasar menjelang hari raya. Kepala Disdag Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan bahwa secara umum harga bahan pokok masih menunjukkan tren stabil dibandingkan pekan lalu, kendati terdapat penyesuaian harga pada sejumlah barang kebutuhan dapur.
BACA JUGA
“Secara umum harga bahan pokok masih seperti minggu kemarin, relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan,” imbuh Veronica.
Data terkini dari Disdag Kota Jogja menunjukkan adanya kenaikan tipis sekitar Rp1.000 pada komoditas daging ayam ras dan minyak goreng curah. Saat ini, harga daging ayam ras terpantau di kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram, sementara harga daging sapi stabil tinggi di angka Rp145.000 per kilogram dan telur ayam ras di level Rp30.000 per kilogram.
Fenomena unik terjadi di sektor hortikultura, di mana harga cabai rawit justru mengalami penurunan dari Rp90.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Sebaliknya, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan hingga menyentuh angka Rp35.000 per kilogram, yang mengindikasikan adanya pergeseran pasokan dan permintaan pada jenis cabai tertentu di pasar-pasar tradisional Kota Gudeg.
Pemkot Jogja berkomitmen untuk terus mengawal pergerakan harga ini melalui operasi pasar secara berkala jika ditemukan lonjakan yang tidak wajar. Koordinasi dengan para distributor dan pedagang pasar terus diperkuat guna memastikan akses pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga selama periode Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Buka Puasa Jogja Hari Ini 15 Maret 2026
- Panjang Jalan Kabupaten Sleman 733,67 Km, 68 Persen Kondisi Baik
- Kulonprogo Terima DAK Rp3 Miliar untuk Operasional Program KB
- Berkat 12 Kali Operasi Pasar Murah, Harga Pangan di Kulonprogo Stabil
- Razia Miras Bantul Jelang Lebaran, Polisi Sita Ratusan Botol
Advertisement
Advertisement








