Advertisement

Merapi Luncurkan Dua Awan Panas Sejauh 1,6 Km, Status Masih Siaga

Newswire
Senin, 16 Maret 2026 - 12:37 WIB
Sunartono
Merapi Luncurkan Dua Awan Panas Sejauh 1,6 Km, Status Masih Siaga Gunung Merapi. - Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali meningkat dengan luncuran dua kali awan panas guguran pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, material vulkanik tersebut mengarah ke barat daya dengan jarak luncur mencapai 1.600 meter.

Advertisement

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa peristiwa ini terpantau dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Awan panas tersebut terekam memiliki amplitudo antara 18 hingga 33 mm dengan durasi luncuran yang berkisar antara 175 hingga 188 detik menuju hulu Kali Krasak.

"Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter," ujar Agus dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Senin.

Selain awan panas, kegempaan internal Merapi juga menunjukkan intensitas yang cukup tinggi dengan tercatatnya 49 kali gempa guguran. BPPTKG juga mendeteksi adanya 14 kali gempa hibrid atau fase banyak, yang menandakan masih adanya tekanan magma di dalam tubuh gunung yang dapat memicu aktivitas guguran lanjutan sewaktu-waktu.

Aktivitas guguran lava pijar juga teramati secara intensif sebanyak 20 kali ke arah Kali Krasak dan 13 kali ke arah Kali Sat/Putih. Guguran lava ini memiliki jarak luncur maksimum hingga 1,8 kilometer, sementara asap kawah berwarna putih terpantau membumbung setinggi 500 meter di atas puncak kawah dengan intensitas sedang hingga tebal.

Morfologi kubah lava, khususnya di sisi barat daya, dilaporkan terus mengalami perubahan dimensi akibat aktivitas guguran yang terjadi secara terus-menerus. Berdasarkan analisis foto udara terbaru, volume kubah barat daya kini mencapai 4.044.000 meter kubik, sementara kubah tengah cenderung stabil di angka 2.368.800 meter kubik tanpa perubahan signifikan.

"Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan," tambah Agus saat memaparkan hasil evaluasi mingguan periode 6-12 Maret 2026.

BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga dengan rekomendasi zona bahaya yang belum berubah.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di hulu sungai sektor selatan-barat daya hingga radius tujuh kilometer, serta mewaspadai potensi lontaran material vulkanik dalam radius tiga kilometer dari puncak apabila terjadi letusan eksplosif secara mendadak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kilang Minyak Nasional Dipacu Maksimal Jaga Pasokan BBM

Kilang Minyak Nasional Dipacu Maksimal Jaga Pasokan BBM

News
| Senin, 16 Maret 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement