Advertisement

PHRI DIY Ungkap Okupansi Hotel di Jogja Turun Meski Musim Liburan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 25 Maret 2026 - 11:17 WIB
Abdul Hamied Razak
PHRI DIY Ungkap Okupansi Hotel di Jogja Turun Meski Musim Liburan Foto ilustrasi kamar hotel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat hunian kamar hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Lebaran 2026 belum memenuhi target yang ditetapkan pelaku industri pariwisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo, mengungkapkan rata-rata okupansi hotel pada periode 16–22 Maret 2026 hanya berada di kisaran 40% hingga 65%. Angka tertinggi tercatat pada 20 dan 21 Maret yang mencapai sekitar 75%.

Advertisement

“Kalau dibandingkan tahun lalu yang bisa stabil di kisaran 60% sampai 75%, tahun ini memang cenderung turun,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Penurunan okupansi ini terjadi hampir merata di berbagai wilayah, termasuk kawasan Malioboro yang selama ini menjadi pusat aktivitas wisata.

Deddy menjelaskan, salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, prediksi lonjakan wisatawan hingga 8,2 juta orang justru memicu kekhawatiran calon wisatawan akan kemacetan dan ketersediaan kamar.

“Banyak calon wisatawan akhirnya memilih tidak datang ke Jogja karena khawatir macet dan takut tidak kebagian kamar hotel. Prediksi lonjakan pengunjung justru membuat mereka menahan diri,” katanya.

Padahal, PHRI DIY sebelumnya menargetkan okupansi hotel selama Lebaran 2026 bisa mencapai 85%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyebut capaian tersebut juga masih berada di bawah proyeksi pemerintah daerah yang menargetkan okupansi hingga 64%.

“Ini masih di bawah potensi optimal DIY sebagai destinasi unggulan saat peak season,” katanya.

Ia menilai perubahan perilaku wisatawan turut memengaruhi kondisi tersebut, di mana wisatawan kini mulai beralih ke akomodasi non-hotel serta memiliki pola perjalanan yang lebih fleksibel. Hal ini membuat wisatawan tidak lagi terpusat menginap di satu lokasi.

Sebagai langkah perbaikan, Pemda DIY berencana mendorong peningkatan kualitas dan promosi event pariwisata agar lebih tersegmentasi dan mampu menarik minat wisatawan.

Dengan strategi tersebut, diharapkan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel di DIY dapat meningkat pada periode liburan berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ketegangan Teluk Memanas, Iran Serukan Aliansi Baru

Ketegangan Teluk Memanas, Iran Serukan Aliansi Baru

News
| Rabu, 25 Maret 2026, 12:27 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement