Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pamong membawa glondong pangarem-arem dalam kirab Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan HB X, di Bangsal Pagelaran Kraton, Kamis (2/4/2026) ist - humas pemda diy
Harianjogja.com, JOGJA — Kirab Mangayubagya dalam rangka 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X berlangsung meriah di kawasan Kraton Yogyakarta, Kamis (2/4/2026). Ribuan pamong dan unsur masyarakat dari seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ambil bagian dalam prosesi tersebut.
Peserta kirab datang dari berbagai penjuru DIY, termasuk wilayah yang cukup jauh seperti Seyegan di Sleman hingga Rongkop di Gunungkidul. Mereka hadir untuk menyampaikan penghormatan sekaligus doa kepada Sri Sultan.
Tercatat lebih dari 10.000 orang mengikuti kirab yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Para peserta mengenakan busana adat Jawa dan batik, berjalan bergiliran sambil membawa hasil bumi serta produk lokal.
Salah satu peserta berasal dari Kalurahan Margomulyo, Kemantren Seyegan. Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, mengatakan pihaknya membawa berbagai hasil bumi dan produk UMKM.
“Ada ketela, sayur, serta produk seperti jamu, keripik sayur, emping melinjo, jenang, dan wajik,” ujarnya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kirab ini menjadi bentuk penghormatan kepada Sri Sultan sekaligus upaya melestarikan budaya serta menunjukkan potensi lokal.
Ia menambahkan, persiapan dilakukan melalui koordinasi bersama pamong dan masyarakat, termasuk dukungan dari Kelompok Wanita Tani (KWT). Meski dalam kondisi efisiensi anggaran, partisipasi tetap diupayakan.
“Total dari Margomulyo ada 25 orang yang ikut kirab,” jelasnya.
Dari wilayah Gunungkidul, Kalurahan Karangwuni juga turut ambil bagian. Lurah Karangwuni, Supardi, menyebut pihaknya membawa berbagai produk UMKM seperti rengginang, peyek, jenang, hingga krecek, serta hasil bumi berupa palawija dan ketela.
Karena jarak yang cukup jauh, rombongan berangkat sejak dini hari untuk bisa mengikuti kirab tepat waktu.
“Kami nderek mangayubagya atas Yuswo Dalem Sri Sultan HB X. Semoga beliau panjang umur, sehat, dan terus mengemban amanah masyarakat,” ungkapnya.
Kirab Mangayubagya ini menjadi simbol kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat, sekaligus ruang untuk menampilkan kekayaan budaya dan potensi lokal dari seluruh wilayah DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
WNA China berinisial HW ditolak masuk Soetta meski visa masih berlaku setelah ada atensi terkait dugaan pencurian barang penumpang di pesawat Starlux.
Budidaya nangka di Gunungkidul bakal terus diperkuat untuk memenuhi pembuatan gudeg yang jadi makanan khas di DIY karena masih banyak datangkan dari luar daerah
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.