Advertisement
Stok LPG Sleman Dipastikan Aman Warga Diminta Tak Panik
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketersediaan gas elpiji di wilayah Sleman dipastikan masih aman meski isu geopolitik global terus berkembang. Distribusi ke masyarakat juga berjalan normal tanpa gangguan.
Pemantauan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Gamping, di Sleman, pada Rabu (8/4/2026).
Advertisement
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Bisnis Perdagangan Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, memastikan pasokan LPG di SPBE dalam kondisi stabil.
“Hiswana, sebagai asosiasi pelaku usaha distribusi minyak dan gas, hanya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terbawa oleh isu pembelian panik,” ujarnya.
BACA JUGA
Menurutnya, pasokan LPG tidak terpengaruh situasi global dan tetap terkendali di tingkat distribusi lokal.
Disperindag juga menjadwalkan pemantauan lanjutan pada Juli 2026, namun pemeriksaan dapat dilakukan sewaktu-waktu jika ada laporan dari masyarakat.
Wakil Ketua Divisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Wira Adhyaksa, menegaskan pemerintah pusat masih optimistis terhadap kecukupan pasokan energi.
“Pusat tampaknya masih yakin. Pasokan terkendali,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Hiswana Migas DIY sebelumnya telah mengajukan kuota tambahan LPG 3 kilogram sebanyak 219.360 tabung menjelang libur Nyepi dan Idul Fitri.
Kuota opsional tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama saat momen hari besar.
Namun, hingga kini belum ada pengajuan tambahan kuota fakultatif karena distribusi dinilai masih mencukupi.
Di sisi lain, Manajer Operasional PT Putra Pranata Utama, Rusmala, memastikan jalur distribusi LPG tetap berjalan lancar.
Pengiriman ke 34 titik distribusi dilakukan sesuai jadwal, sehingga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
“Jika intensitas distribusi LPG dalam sebulan seperti itu, maka akan bervariasi di setiap wilayah, karena bergantung pada kebutuhan,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan rantai pasok energi di Sleman masih stabil, meskipun tekanan global terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gencatan Senjata Baru Disepakati, Muncul Ledakan di Kilang Minyak Iran
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- 47 SMP dan 26 MTs di Bantul Siap Jalani TKA, Ini Skemanya
Advertisement
Advertisement





